Misi Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman: Menumpas Dajjal dan Menegakkan Tauhid

M Salman
4 Min Read
Ilustrasi gambar Nabi Isa turun ke bumi di akhir zaman.(dok Freepik)

​MERCUSUARNEWS.CO — Peristiwa turunnya Nabi Isa AS menjelang hari kiamat merupakan salah satu tanda besar (asy-syarath al-kubra) yang telah ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis sahih. Kehadiran kembali Nabi Isa AS di muka bumi mengemban misi vital sebagai penyelamat umat, penegak keadilan, serta pemusnah kebatilan di akhir zaman.

​Kehadiran beliau kelak bukan membawa syariat baru, melainkan menegaskan kembali ajaran tauhid dan membenarkan risalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

​Dalil Al-Qur’an dan Hadis Sahih

​Isyarat mengenai turunnya Nabi Isa AS tersirat dalam beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya Surah Az-Zukhruf ayat 61:

​”Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.”

​Para mufasir sepakat bahwa ayat tersebut mengindikasikan kehadiran kembali Nabi Isa AS sebagai pertanda kian dekatnya hari akhir. Hal ini juga diperkuat oleh ketetapan Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 157-158, yang menegaskan bahwa Nabi Isa AS tidak tewas disalib, melainkan diangkat ke langit dan akan dikembalikan ke bumi sesuai rencana Ilahi.

​Sementara itu, landasan tegas dalam hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah SAW bersabda:

​”Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh telah dekat waktunya Isa bin Maryam akan turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh Dajjal, menghapus jizyah, dan harta akan berlimpah sampai tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.” (HR. Muslim No. 155)

​Misi Utama Nabi Isa di Bumi

​Berdasarkan petunjuk wahyu, terdapat empat misi utama yang akan dilaksanakan oleh Nabi Isa AS saat kembali ke bumi:

​1. Menumpas Fitnah Dajjal: Nabi Isa AS akan menghadapi dan membunuh Dajjal di gerbang Ludd (wilayah Palestina), sekaligus mengakhiri salah satu fitnah terbesar dalam sejarah manusia.

​2. Menegakkan Akidah Tauhid: Beliau akan meluruskan pemahaman dan doktrin keliru mengenai status ketuhanannya, termasuk simbolisasi penghancuran salib sebagai bentuk penegakan tauhid yang murni.

​3. Menghapus Jizyah: Pada masa tersebut, Islam menjadi jalan hidup tunggal yang diakui sehingga ketentuan pajak jizyah bagi non-Muslim tidak lagi berlaku.

​4. Mewujudkan Keadilan dan Kemakmuran: Dunia akan dipenuhi keberkahan, kedamaian, dan kelimpahan harta hingga tidak ada lagi orang yang membutuhkan atau mau menerima sedekah.

​Dalam menjalankan tugasnya, Nabi Isa AS akan bersinergi dan mendukung kepemimpinan Imam Mahdi yang telah memimpin umat Islam dalam perlawanan melawan kebatilan.

​Wafat dan Dimakamkan di Madinah

​Setelah menyelesaikan misi-misi agungnya, Nabi Isa AS akan menjalani kehidupan sebagai manusia biasa pada umumnya. Beberapa riwayat menyebutkan beliau akan menikah, berkeluarga, hingga akhirnya wafat.

​Setelah wafat, Nabi Isa AS akan dimakamkan di Madinah, persis di samping makam Rasulullah SAW. Peristiwa ini sekaligus menegaskan hakikat beliau sebagai hamba Allah dan manusia biasa, bukan sosok yang memiliki sifat ketuhanan.

​Urgensi Kesiapan Umat

​Kisah turunnya Nabi Isa AS memberikan pesan mendalam bagi umat Islam masa kini untuk senantiasa memperkuat akidah tauhid dan persatuan di tengah ancaman fitnah zaman. Umat diimbau untuk terus membekali diri dengan amal saleh serta kedalaman ilmu agama agar memiliki ketahanan spiritual dan intelektual dalam menghadapi berbagai ujian jelang akhir zaman.

Share This Article