Sinyal Kuat ke Pasar Global, Kemenkeu Garansi Defisit APBN Tak Tembus 3 Persen

Irlangga
2 Min Read
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara.(Foto: kemenkeu.go.id)

​MERCUSUARNEWS.CO – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen kuat untuk menjaga disiplin fiskal dan keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini diambil guna memperkuat kepercayaan pasar global serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh stabil dan berkelanjutan.

​Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kunci utama dalam mempertahankan kredibilitas ekonomi yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade adalah kepatuhan penuh terhadap aturan batas defisit anggaran dan rasio utang.

​”Saat ini kami berkomitmen pada aturan defisit fiskal 3 persen dan maksimal rasio utang 60 terhadap PDB. Ini memberikan sinyal kepercayaan kepada pasar bahwa kami dapat terus menjalankannya,” tegas Suahasil dalam wawancara pada program Insight with Haslinda Amin Bloomberg TV di Jakarta, Jumat (2/10) dikutip dari laman kemenkeu.go.id.

​Suahasil menjelaskan bahwa kredibilitas fiskal Indonesia tidak hanya diukur dari angka-angka di atas kertas, tetapi juga ditentukan oleh kualitas kebijakan serta transparansi komunikasi pemerintah kepada pelaku usaha, masyarakat, dan komunitas internasional.

​”Aturan fiskal kita tetap berlaku dan dari waktu ke waktu kita perlu memperbarui komitmen untuk mematuhinya. Komunikasi adalah hal penting yang ditunggu masyarakat, namun yang lebih utama adalah kualitas serta tujuan dari kebijakan tersebut,” ujarnya.

​Dalam menjaga stabilitas sektor keuangan, Kementerian Keuangan terus mempererat koordinasi lintas lembaga melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Sinergi intensif dilakukan bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna memastikan pertukaran informasi berjalan dinamis sesuai mandat masing-masing.

​Pengelolaan APBN secara kredibel ini tidak hanya berfokus pada ranah pemerintah pusat, melainkan juga melibatkan keterbukaan komunikasi dengan berbagai pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

​”Kami bekerja sama sangat erat dengan KSSK dan berbicara dengan banyak pemerintah daerah. Sinergi ini memastikan APBN terus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, melindungi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal nasional,” pungkas Suahasil.

Share This Article