Prabowo Minta Pengelolaan Aset BUMN Dirombak: Hasil Harus Sebanding Nilai

Redaksi
2 Min Read
Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa rasio pendapatan dari nilai total kepemilikan aset BUMN saat ini masih rendah.(Foto: BPMI Setpres)

MERCUSUARNEWS.CO – Pemerintah memutuskan untuk merombak strategi pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akibat besaran nilainya yang dinilai belum sebanding dengan hasil pendapatan yang dihasilkan.

​Dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto terungkap bahwa rasio pendapatan dari nilai total kepemilikan aset BUMN saat ini masih sangat rendah.

​Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyampaikan bahwa langkah penataan BUMN (streamlining) akan berlanjut ke tahap berikutnya pada awal 2027 dengan fokus utama pada optimalisasi aset, efisiensi, dan peningkatan produktivitas.

​”Mungkin secara aset kita besar, tetapi secara cash flow dan pendapatannya berbanding aset masih sangat kecil. Bapak Presiden memberikan arahan bagaimana mengoptimalkan aset-aset yang ada di BUMN ini dengan perencanaan yang baik, terukur, dan terstruktur,” ungkap Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta dikutip dari laman setneg.go.id, Rabu (7/10/2026).

​Guna mengejar ketimpangan tersebut, pemerintah membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan sektor swasta. Pemerintah berencana memberikan kesempatan kepada dunia usaha untuk mengelola aset-aset BUMN yang tidak bersifat strategis agar dapat berjalan lebih produktif.

​”Kalau misalnya dunia usaha bisa melakukan lebih baik, dan itu memang bukan hal-hal yang sifatnya strategis, kita memberikan ruang lebih besar kepada dunia usaha untuk pengembangan usaha-usahanya,” lanjut Rosan.

​Pemerintah kini tengah melakukan analisis menyeluruh terhadap seluruh portofolio aset BUMN yang berpotensi dioptimalkan. Langkah konsolidasi ini diharapkan dapat mengubah BUMN menjadi pengelola dana kekayaan negara yang mampu memberikan imbal hasil serta yield yang jauh lebih optimal bagi kas negara.

 

Share This Article