Bukan Cuma Lomba, MTQ Nasional 2026 Buka Bazar UMKM dari 35 Provinsi di Simpang Lima

Adam Malik
4 Min Read
MTQ nasional tidak hanya lomba, tetapi juga bazar UMKM dan budaya nusantara. (dok. Pemprov Jateng)

MERCUSUARNEWS.CO – Gelaran MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah tak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan. Ribuan tamu yang datang ke Semarang juga akan disuguhi beragam produk usaha dari berbagai penjuru Indonesia melalui bazar UMKM yang melibatkan 35 provinsi.

Pameran UMKM tersebut mulai dibuka Sabtu (12/9/2026) di Gama Plaza, kawasan Lapangan Parkir Eks E Plaza, Simpang Lima, Kota Semarang.

Puluhan stan akan menjadi etalase produk unggulan daerah yang dibawa oleh rombongan peserta MTQ dari berbagai provinsi. Masyarakat dan para tamu dapat melihat sekaligus membeli beragam produk UMKM selama rangkaian MTQ Nasional berlangsung pada 11-20 September 2026.

Jateng Ingin UMKM Nusantara Ikut Tumbuh

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pelibatan UMKM dari berbagai daerah merupakan bentuk keterbukaan Jawa Tengah sebagai tuan rumah.

Menurutnya, momentum MTQ Nasional harus memberikan manfaat seluas-luasnya, termasuk bagi pelaku usaha dari berbagai daerah.

“Kita enggak pengin maju sendiri. Kita juga pengin mengenalkan UMKM yang ada di seluruh Nusantara ini,” kata Taj Yasin.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin yang juga Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum LPTQ Jawa Tengah mengatakan, bazar tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk mengenalkan produk kepada masyarakat dan ribuan tamu yang datang ke Jawa Tengah.

Konsep tersebut membuat MTQ Nasional tidak hanya mempertemukan peserta dalam kompetisi, tetapi juga mempertemukan produk dan potensi ekonomi dari berbagai daerah.

Buka Peluang Pasar Baru bagi Pelaku UMKM

Taj Yasin berharap keikutsertaan UMKM dari 35 provinsi dapat memperluas jangkauan promosi dan membuka peluang pasar baru.

Bagi Jawa Tengah, kehadiran pelaku usaha dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat dari luar daerah.

Dengan banyaknya pengunjung selama MTQ Nasional, bazar diharapkan menjadi titik temu antara pelaku UMKM, konsumen, dan calon mitra usaha.

Menag: MTQ Indonesia Berkembang Jadi Tradisi Rakyat

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai MTQ di Indonesia telah berkembang jauh melampaui perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an.

Menurutnya, MTQ telah menjadi tradisi yang tumbuh secara berjenjang, mulai dari tingkat masyarakat hingga nasional, dengan partisipasi luas dari berbagai daerah.

“Indonesia itu salah satu ciri khasnya adalah MTQ-nya sangat ramai. Di luar negeri menyelenggarakan MTQ itu, ya mungkin setingkat dengan kecamatan atau kabupaten. Nah kalau kita di sini itu dari bawah sampai ke atas,” ujarnya.

Besarnya partisipasi tersebut juga terlihat dalam MTQ Nasional XXXI di Semarang. Tahun ini menjadi salah satu penyelenggaraan dengan jumlah peserta besar karena terdapat sejumlah cabang baru yang diperlombakan.

Pembukaan MTQ Nasional XXXI juga dijadwalkan dihadiri sedikitnya 17 gubernur dari berbagai provinsi.

MTQ Nasional Kembali ke Jateng Setelah 47 Tahun

Nasaruddin mengapresiasi kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Ajang tersebut kembali digelar di Jawa Tengah setelah terakhir kali berlangsung di daerah ini pada 1979.

Ia menilai tingginya kehadiran kepala daerah sejak Malam Ta’aruf menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan MTQ Nasional tahun ini.

“Baru kali ini malam taaruf banyak gubernur yang datang, biasanya kan pembukaannya saja gubernur datang. Ini tanda-tanda kesuksesan,” kata Nasaruddin.

Dengan hadirnya bazar UMKM dari 35 provinsi, MTQ Nasional XXXI di Semarang diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan dari sisi keagamaan dan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha dari berbagai daerah.

Share This Article