4.817 Lowongan Kerja Dibuka di Job Fair Jateng, 48 Perusahaan Siap Rekrut Pekerja

Burhanuddin
5 Min Read
Gubernur datangi lokasi Job Fair Jateng. Ribuan lowongan dibuka bagi pencari kerja. (dok. Pemprov)

MERCUSUARNEWS.CO – Sebanyak 4.817 lowongan pekerjaan tersedia dalam Job Fair Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada 20–21 Agustus 2026. Tak hanya mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, kegiatan ini juga memberi ruang lebih besar bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan sesuai kompetensi.

Sejak hari pertama, halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah dipadati pencari kerja. Mereka datang membawa dokumen lamaran, mencari informasi perusahaan, hingga mendaftar langsung melalui telepon seluler.

5.800 Pencari Kerja Sudah Mendaftar

Antusiasme pencari kerja terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 5.800 orang melalui aplikasi Disnakertrans Jawa Tengah.

Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Ahmad Aziz mengatakan, meski informasi lowongan semakin mudah diperoleh secara digital, pertemuan langsung antara pencari kerja dan perusahaan masih diminati.

“Job fair yang konvensional atau offline seperti ini masih banyak diminati. Mereka bisa bertemu langsung dengan pihak perusahaan dan mendalami kondisi kerja maupun jabatan yang ditawarkan,” ujarnya.

Sebanyak 40 perusahaan membuka stan dalam kegiatan tersebut. Dengan tambahan delapan perusahaan yang dibawa PT Kawasan Industri Kendal, total terdapat 48 perusahaan yang menawarkan kesempatan kerja. Lowongan tersebar di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, agrikultur dan alat berat, makanan dan jamu, kesehatan dan farmasi, keuangan, pariwisata dan perhotelan, hingga ritel.

Gubernur Jateng: Kompetensi Pencari Kerja Harus Ditingkatkan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai job fair menjadi salah satu cara mempertemukan kebutuhan industri dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi, sedangkan masyarakat membutuhkan akses terhadap pekerjaan. Karena itu, keduanya perlu dipertemukan dalam ruang yang terbuka dan kompetitif.

“Di satu sisi perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja profesional. Di sisi lain, masyarakat bisa tertampung dari mana pun asalnya. Namun, yang terpenting adalah profesional,” kata Luthfi.

Ia menegaskan, peluang kerja di Jawa Tengah masih terbuka. Namun, pencari kerja harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti kebutuhan industri. “Kompetensi harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Job Fair Jateng Buka Peluang bagi Penyandang Disabilitas

Salah satu hal yang menonjol dalam job fair tahun ini adalah meningkatnya akses bagi pencari kerja penyandang disabilitas. Sejumlah lowongan telah dikurasi agar dapat dilamar oleh penyandang disabilitas. Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari peserta.

Sifa, penyandang tunarungu yang datang dari Jawa Barat, mengetahui informasi job fair melalui Instagram. Ia bahkan telah mengirimkan lamaran ke tiga perusahaan. Ia berharap semakin banyak perusahaan membuka kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas.

“Saya merasa bahagia. Acara seperti ini bisa memberikan informasi kepada teman-teman disabilitas,” katanya.

PT JSCorp Buka 300 Lowongan

Salah satu perusahaan peserta, PT JSCorp, menyediakan sekitar 300 lowongan untuk posisi operator sewing di fasilitas produksinya di Boyolali. Selain operator, tersedia pula posisi staf, mekanik, foreman, quality control, dan assembly. Perwakilan PT JSCorp, Ika, menyebut antusiasme pencari kerja cukup tinggi.

“Ini pertama kali kami ikut dan ternyata ramai. Kalau posisi staf yang mensyaratkan pendidikan S1, peminatnya lumayan banyak,” ujarnya.

Perusahaan tersebut juga menyediakan sejumlah posisi bagi penyandang disabilitas. Bagi pencari kerja yang belum sempat datang ke job fair, PT JSCorp membuka kesempatan walk-in interview di pabrik setiap hari pukul 07.00–09.00 WIB.

Angkatan Kerja Jateng Capai 22,33 Juta Orang

Besarnya minat masyarakat terhadap job fair sejalan dengan jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah yang terus bertambah. Pada Februari 2026, angkatan kerja Jateng tercatat mencapai 22,33 juta orang, meningkat sekitar 455 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Sementara itu, realisasi investasi Jawa Tengah pada semester pertama 2026 mencapai Rp59,94 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 213.217 orang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pemerintah bukan sekadar menarik investasi, tetapi memastikan investasi dan pertumbuhan industri mampu menciptakan lapangan kerja yang luas dan inklusif.

Job fair menjadi salah satu penghubung antara investasi, kebutuhan industri, kompetensi, dan tenaga kerja—termasuk membuka akses yang lebih setara bagi penyandang disabilitas.

Share This Article