MERCUSUARNEWS.CO – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyisihkan gaji dan tunjangan pribadinya untuk membantu warga rentan di Desa Buara, Kecamatan Karanganyar, Jumat (4/9/2026).
Tak sekadar menyerahkan 135 paket sembako secara simbolis di balai desa, Fahmi turun langsung mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan bantuan dan fasilitas pemerintah tepat sasaran.
Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Muslihun Khotib (70) dan istrinya, Yatini (65). Muslihun terbaring lemah akibat stroke di rumah semi permanen mereka, sementara Yatini berjuang merawat sang suami sembari berjualan makanan ringan.
Fahmi langsung menginstruksikan jajaran desa dan dinas terkait untuk memasukkan keluarga tersebut ke dalam program Orang dengan Kedisabilitasan Berat (ODKB) sebesar Rp300 ribu per bulan, Program Keluarga Harapan (PKH), serta usulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Aksi blusukan berlanjut ke rumah Muheni Darsun (60), penderita sakit menahun yang kerap jatuh saat bekerja sebagai penderes. Kondisi Muheni kian prihatin karena kartu BPJS Kesehatan miliknya tidak aktif serta belum tersentuh bantuan sosial akibat kendala NIK ganda pada data kependudukan. Fahmi meminta masalah administrasi ini segera diselesaikan agar Muheni kembali mendapat hak pelayanannya.
”Jangan sampai persoalan data kependudukan membuat masyarakat yang sangat membutuhkan justru tidak bisa mendapatkan hak pelayanan kesehatan dan bantuan. Ini harus dikawal bersama sampai tuntas,” tegas Fahmi.
Rangkaian kunjungan ditutup di rumah Sukini, seorang lansia sebatang kara yang dirawat oleh keponakannya. Selain menyalurkan bantuan tunai dan sembako dari dana pribadinya, Fahmi juga menginstruksikan Puskesmas setempat untuk terus memantau kondisi kesehatan para warga lansia dan rentan secara berkala.
