Selamatkan Generasi Muda di Era Digital, MUI Purbalingga Tangkal Bahaya LGSP Lewat Edukasi Lintas Sektor

Akmil Musyafa
2 Min Read
Talk Show Edukasi Pencegahan Penyimpangan Seksual Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan (LGSP) di Operation Room (OR) Graha Adiguna Komplek Pendapa Dipokusumo, Sabtu (26/9/2026).(Foto: Dinkominfo Purbalingga)

​MERCUSUARNEWS.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purbalingga mengambil langkah proaktif dalam membentengi generasi muda dari ancaman penyimpangan seksual.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui gelaran Talk Show Edukasi Pencegahan Penyimpangan Seksual Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan (LGSP) yang menyasar pelajar, guru Bimbingan Konseling (BK), hingga pengelola pondok pesantren di Operation Room (OR) Graha Adiguna Komplek Pendapa Dipokusumo, Sabtu (26/9/2026).

​Kegiatan strategis ini dirancang sebagai langkah korektif sekaligus preventif MUI Purbalingga dalam merespons cepat problematika umat yang kian marak mengintai kelompok remaja di era digitalisasi.

​Ketua MUI Kabupaten Purbalingga, K.H. Roghib Abdurrahman menegaskan bahwa keterlibatan para pendidik dan pengasuh pesantren menjadi kunci utama dalam memperketat ruang gerak potensi penyimpangan di lingkungan pendidikan.

​”Problem ini lebih banyak dialami oleh remaja, sehingga pengawasan di sekolah dan lingkungan pesantren harus berjalan lebih intensif. Kami mengucapkan terima kasih kepada para guru BK yang hadir untuk mendampingi para siswa,” ujar K.H. Roghib.

​Untuk memberikan pemahaman komprehensif dari berbagai sudut pandang, MUI menghadirkan tiga narasumber lintas disiplin ilmu. Aspek hukum agama dibahas oleh Ketua Komisi Fatwa, Pengkajian, dan Penelitian MUI Purbalingga, K. Imamudin, yang menegaskan kembali penguatan Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 tentang Keharaman Praktik LGSP di Indonesia.

​Sementara itu, dampak fatal terhadap kesehatan fisik dipaparkan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Purbalingga, dr. Jusi Febrianto. Adapun peninjauan dari segi kejiwaan dan dampak sosial kemasyarakatan disampaikan oleh Sosiolog Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Tri Wuryaningsih.

​Langkah preventif ini turut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Ketua BAZNAS Purbalingga, H. Soedijanto menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi bersama MUI dalam membina karakter masyarakat dan menekan laju perkembangan LGSP sejak dini.

​”Mudah-mudahan dengan pencegahan dini ini, kita bisa memperbaiki kualitas generasi penerus bangsa dan menekan potensi penyimpangan seksual secara berkelanjutan,” kata Soedijanto.

Share This Article