MERCUSUARNEWS.CO – Pemerintah Kabupaten Cilacap terus menggenjot percepatan capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna memburu target deteksi dini kesehatan masyarakat hingga akhir tahun 2026. Meski secara kuantitas telah menjangkau 944.068 warga—terbanyak kedua di Jawa Tengah—secara persentase Cilacap masih berada di peringkat ke-28 dari 35 kabupaten/kota.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Cilacap mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan seluruh instansi membuang ego sektoral. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Cilacap, Sumbowo, memaparkan arahan Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya dalam Rapat Percepatan Capaian Pelaksanaan CKG di Ruang Jalabhumi Setda Cilacap, Jumat (2/10/2026).
Sumbowo mengungkapkan, realisasi CKG Cilacap hingga minggu ke-39 tahun 2026 berada di angka 45,73 persen. Angka ini masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah sebesar 48,67 persen, sehingga tersisa sekitar 54,27 persen atau lebih dari 1,1 juta jiwa dari total sasaran 2.065.475 jiwa yang belum terjangkau.
”Capaian kita saat ini masih di bawah rata-rata provinsi. Masih ada sekitar 54,27 persen masyarakat dari total sasaran yang harus kita jangkau bersama hingga akhir tahun. Angka ini harus menjadi pemacu untuk menguatkan kolaborasi lintas sektor,” ujar Sumbowo.
Ia menambahkan, pergerakan seluruh instansi harus padu tanpa batasan birokrasi.
”Tidak boleh ada ego sektoral dan program yang berjalan sendiri-sendiri. Yang kita bangun adalah satu gerak, satu data, satu koordinasi, dan satu tujuan agar masyarakat Cilacap memperoleh pemeriksaan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas,” tegasnya.
Instruksi Kolaborasi Lintas Dinas
Untuk mempercepat jangkauan sasaran, Pemkab Cilacap membagi peran strategis antar-dinas:
Dinas Pendidikan: Mengawal perluasan pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah.
Dinas Sosial: Memfasilitasi akses dan pendampingan bagi kelompok masyarakat rentan.
Disdukcapil: Memastikan integrasi dan validitas data sasaran penerima layanan CKG.
Dinas Ketenagakerjaan: Membuka jalur pemeriksaan rutin bagi para pekerja di sektor industri.
Evaluasi Capaian Usia dan Wilayah
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, mebeberkan rincian evaluasi per kelompok sasaran. Hasil tertinggi dicatatkan oleh sektor Skrining Kesehatan Jiwa (Dewasa & Lansia) yang menembus 74,7 persen (547.937 warga), melampaui target 46 persen.
Capaian kelompok sasaran lainnya mencakup:
Bayi Baru Lahir (0–1 Tahun): 60,0% (target 70%)
Usia Sekolah & Remaja: 53,8% (target 70%)
Usia Dewasa: 44,8% (target 46%)
Balita & Anak Prasekolah (1–5 Tahun): 39,1% (target 55%)
Usia Lansia: 35,4% (target 55%)
Dari pemetaan wilayah puskesmas, kehadiran tertinggi dicatatkan oleh Puskesmas Cilacap Utara II (67,42%), Dayeuhluhur II (65,61%), dan Nusawungu I (64,62%). Sebaliknya, Puskesmas Kawunganten (22,77%), Kampunglaut (27,00%), dan Adipala I (28,65%) mencatatkan capaian terendah dan ditetapkan sebagai wilayah intervensi khusus.
Selain itu, temuan lapangan menunjukkan 13.499 calon pengantin telah menjalani skrining HIV dan 10.596 orang menjalani skrining Sifilis, disusul penanganan intensif untuk penyakit tidak menular seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus.
Guna menuntaskan target minimal 54 persen pada akhir tahun 2026, Dinas Kesehatan menginstruksikan seluruh Puskesmas menerapkan strategi jemput bola, pemetaan warga yang belum terlayani, pengintegrasian data CKG dari Rumah Sakit dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta koordinasi berkala secara ketat.
