MERCUSUARNEWS.CO – Sedikitnya 746 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Banjarnegara mulai mengikuti orientasi sebagai bekal menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Tak hanya soal tugas dan jabatan, peserta juga dibekali pemahaman tentang integritas hingga pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Orientasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui BKPSDM tersebut dimulai Kamis (1/10/2026). Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti peserta dari instansi masing-masing.
746 PPPK Banjarnegara Dibagi Dua Gelombang
Pelaksanaan orientasi dibagi menjadi dua gelombang. Meskipun dilakukan secara daring, materi pembekalan tetap mencakup aspek penting yang harus dipahami PPPK sebagai bagian dari ASN.
Plt Kepala BKPSDM Banjarnegara, Esti Widodo, mengatakan metode daring dipilih dengan mempertimbangkan efisiensi tanpa mengurangi substansi orientasi.
Menurutnya, pembekalan menjadi penting terutama bagi PPPK yang sebelumnya berstatus tenaga non-ASN. Perubahan status tersebut membawa tanggung jawab baru dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.
“Perubahan status dari tenaga non ASN menjadi PPPK menuntut setiap pegawai untuk memahami secara mendalam mengenai tugas, fungsi, serta kewajiban mereka sebagai abdi negara,” kata Esti.
Ia meminta para PPPK menjaga nilai-nilai dasar ASN dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Kesempatan menjadi PPPK, lanjutnya, harus diikuti dengan komitmen untuk bekerja secara profesional dan tidak sekadar menjalankan kewajiban administratif.
Wabup Banjarnegara: Pelayanan Jadi Cermin Pemerintah
Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali juga memberikan pesan kepada para peserta orientasi. Ia menekankan bahwa status ASN harus diikuti semangat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Menurut Wakhid, integritas dan profesionalitas menjadi modal utama aparatur dalam menjalankan pelayanan publik.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Kita mendapatkan kesempatan untuk bermanfaat bagi orang banyak melalui bidang masing-masing. Jaga integritas, selalu profesional, jauhi KKN, menjadi teladan dan perekat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai kualitas pelayanan aparatur turut menentukan bagaimana masyarakat memandang pemerintah.
“Wajah pemerintah seperti apa, terlihat dari bentuk pelayanan yang kita lakukan,” tegas Wakhid.
PPPK Diminta Terapkan Nilai BerAKHLAK dan Berinovasi
Wakhid meminta para PPPK menerapkan Core Values ASN BerAKHLAK, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
Para aparatur juga didorong mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), untuk mendukung pelayanan publik.
Menurutnya, inovasi diperlukan agar pelayanan pemerintah semakin efektif dan efisien. Sinergi antarinstansi juga harus diperkuat dan tidak boleh terhambat oleh ego sektoral.
Dalam orientasi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, integritas, struktur organisasi dan tata kerja, serta etika dan nilai-nilai ASN.
Melalui pembekalan tersebut, 746 PPPK Banjarnegara diharapkan semakin memahami peran, tanggung jawab, serta standar perilaku yang harus dijalankan sebagai bagian dari aparatur pemerintah.
