Kisah Bakhir, Sosok di Balik Kenyamanan dan Gema Azan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Klampok Banjarnegara

Tahmid Musyafa
3 Min Read
Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Klampok Banjarnegara. (Foto: dok Mercusuarnews.co)

​MERCUSUARNEWS.CO – Keheningan dan kenyamanan beribadah di dalam masjid selalu menjadi kerinduan bagi setiap umat Muslim. Suasana yang tenang serta lingkungan yang bersih secara konsisten dirasakan oleh para jemaah saat melangkahkan kaki di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang terletak di Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara.

​Masjid ini dikenal sebagai salah satu tempat ibadah terbesar di wilayah Purwareja Klampok. Luasnya area masjid berpadu harmonis dengan kondisi bangunan yang senantiasa rapi, menjadikannya lokasi favorit masyarakat sekitar untuk menunaikan salat fardu berjemaah, salat Jumat, hingga menggelar berbagai kegiatan syiar keagamaan.

​Namun, di balik suasana asri dan kebersihan yang terjaga saban hari, terdapat dedikasi tulus dari seorang pria bernama Bakhir (49). Warga Purwasari, Desa Klampok ini telah lama menyerahkan waktunya untuk mengabdi sebagai penjaga kebersihan di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.

​Rutinitas Bakhir dimulai sejak fajar menyingsing. Dengan ketelitian dan kesabaran, ia menyisir setiap sudut bangunan masjid. Mulai dari menyapu halaman yang luas, mengepel lantai agar bebas dari debu, hingga memastikan susunan karpet dan perlengkapan ibadah seperti mukena serta al-Qur’an tetap tertata rapi.

​Keinginan untuk merawat rumah ibadah ini bukanlah hal baru bagi Bakhir. Rasa cinta terhadap masjid telah tumbuh dalam dirinya sejak usia belia dan terus bertahan hingga kini.

​“Sejak muda, saya sudah terbiasa membantu membersihkan masjid. Setiap hari menyapu halaman, mengepel lantai, hingga merapikan karpet dan perlengkapan ibadah agar jamaah merasa nyaman saat beribadah,” ujar Bakhir saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.

​Peran Bakhir bagi masjid tersebut ternyata tidak terbatas pada menjaga kebersihan fisik bangunan semata. Ketika waktu salat fardu tiba, Bakhir juga kerap mengemban amanah mengumandangkan azan tepat waktu. Suara azannya yang bergema jernih di udara menjadi penanda setia bagi warga sekitar untuk menyegerakan langkah menuju masjid.

​Bagi Bakhir, seluruh rangkaian tugas yang ia jalankan setiap hari bukan sekadar rutinitas pekerjaan biasa. Ada nilai spiritual mendalam yang terus ia pegang teguh sebagai motivasi hidup.

​“Ini adalah pengabdian agar rumah ibadah selalu terjaga kebersihannya, memberikan kenyamanan, dan menghadirkan ketenangan bagi para jamaah yang datang untuk beribadah,” tuturnya penuh ketulusan.

​Kerja keras dan kesetiaan Bakhir merawat Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq mendapat apresiasi tersendiri dari jemaah. Berkat ketelatenannya, warga dapat beribadah dengan khusyuk dan merasa betah berlama-lama mengagungkan nama Allah di dalam masjid.

Share This Article