Kapolda Jateng Temui 7 Anak Pengidap CTEV di Semarang, Beri Semangat untuk Pulih

Malik Ibrahim
4 Min Read

MERCUSUARNEWS.CO – Kepedulian terhadap anak dengan kelainan kaki bawaan sejak lahir ditunjukkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Ia mengunjungi tujuh pasien Clubfoot atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) yang tengah menjalani penanganan di RS Bhayangkara Tk II Prof Awaloeddin Djamin, Kota Semarang.

Kapolda Jateng datang bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, Diana Ribut Hari Wibowo, Kamis (10/9/2026). Keduanya menyapa pasien sekaligus memberikan dukungan kepada anak-anak dan keluarga yang sedang menjalani proses pengobatan.

Tujuh anak tersebut merupakan pasien dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, yakni Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Surakarta dan Demak. Mereka mendapatkan penanganan sesuai tahapan terapi masing-masing.

Penanganan yang dilakukan antara lain pemeriksaan dan kontrol terapi, pemasangan gips lanjutan bagi pasien yang masih menjalani proses koreksi kaki, hingga pemantauan penggunaan brace serta tindak lanjut medis bagi pasien yang membutuhkan.

Kapolda Beri Semangat kepada Keluarga Pasien

Dalam kunjungannya, Kapolda Jateng juga menyerahkan bingkisan kepada para pasien dan keluarga sebagai bentuk perhatian dari keluarga besar Bhayangkari.

Di hadapan keluarga pasien, Ribut memberikan motivasi agar orang tua tetap semangat mendampingi anak selama menjalani rangkaian terapi.

“Semangat njeh, Insyaallah bisa disembuhkan dan kondisinya bisa kembali normal,” ujar Ribut.

Program tersebut merupakan bagian dari Polda Jateng Peduli CTEV yang diluncurkan pada 14 Agustus 2026. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah untuk memperluas akses penanganan bagi anak-anak yang mengalami CTEV.

Hingga kini, sebanyak 88 kasus CTEV telah terdata di wilayah Jawa Tengah. Pendataan dilakukan dengan memanfaatkan jaringan kepolisian di tingkat kewilayahan melalui Bhabinkamtibmas dan Kasidokkes jajaran Polda Jateng.

88 Kasus CTEV Terdata di Jateng

Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg Agung Hadi Wijanarko mengatakan pendataan menjadi langkah penting untuk menemukan anak-anak yang membutuhkan penanganan.

Menurutnya, CTEV perlu ditangani sedini mungkin agar hasil terapi dapat lebih optimal. Selain perawatan medis, dukungan dan kedisiplinan orang tua selama mengikuti tahapan terapi juga menjadi faktor penting.

“Penanganan CTEV harus dilakukan sesegera mungkin. Semakin dini dilakukan, hasilnya akan semakin maksimal. Selain penanganan medis, peran orang tua juga sangat penting karena keberhasilan terapi membutuhkan konsistensi dalam mengikuti arahan dan perawatan,” jelas Agung.

Program ini tidak hanya mengandalkan jajaran kesehatan Polri. Polda Jateng menggandeng rumah sakit Muhammadiyah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah serta BPJS untuk mendukung proses penanganan pasien.

Kolaborasi tersebut juga memungkinkan masyarakat mengikuti program secara gratis sehingga biaya tidak menjadi penghalang, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Bhabinkamtibmas Jadi Penghubung Akses Pengobatan

Pemanfaatan jaringan kepolisian hingga tingkat desa menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut. Bhabinkamtibmas dan Kasidokkes tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan serta pembinaan masyarakat, tetapi juga membantu menemukan persoalan kesehatan yang dialami warga.

Melalui jaringan tersebut, anak-anak dengan CTEV dapat teridentifikasi dan selanjutnya diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis sesuai kebutuhannya.

Salah satu orang tua pasien, David Prasetyo, warga Kabupaten Semarang, mengapresiasi adanya program tersebut. Ia berharap pengobatan yang dijalani putranya dapat memberikan hasil terbaik sehingga sang anak bisa beraktivitas seperti anak-anak lainnya.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan dokter yang sudah membantu perawatan anak saya. Semoga bisa lebih cepat sembuh dan kembali normal sehingga bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang lain,” ungkap David.

Harapan serupa disampaikan Abdul Gofar, orang tua Aida Fitriyah, pasien asal Demak. Ia mengaku bersyukur memperoleh informasi mengenai program Polda Jateng Peduli CTEV.

“Alhamdulillah dengan program ini kami bisa melakukan pengobatan terhadap kondisi yang dialami putri saya. Semoga putri saya bisa berjalan dengan normal dan beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu pasien yang sudah terdata, tetapi juga membuka peluang semakin banyak anak dengan CTEV di Jawa Tengah untuk mendapatkan akses penanganan sejak dini.

Share This Article