Haornas 2026, Taj Yasin Dorong Olahraga Jateng Jadi Penggerak Ekonomi

Akmil Musyafa
4 Min Read
Wakil Gubernur Taj Yasin dalam peringatan Haornas tahun 2026 di GOR Jatidiri Semarang. (dok. Pemprov Jateng)

MERCUSUARNEWS.CO – Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tak ingin berhenti sebagai seremoni tahunan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong olahraga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekaligus kekuatan baru untuk menggerakkan ekonomi melalui sport industry dan sport tourism.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan hal tersebut saat membuka peringatan Haornas tingkat Jawa Tengah di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu (9/9/2026). Dia juga mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebiasaan sehari-hari untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kualitas hidup.

“Tentu olahraga ini kita berharap bahwa hari ini kita memperingati Hari Olahraga. Kita mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Tengah, untuk hidup sehat,” ujar Taj Yasin.

Sport Industry dan Sport Tourism Jadi Potensi Ekonomi

Menurut Taj Yasin, meningkatnya aktivitas olahraga masyarakat harus diikuti dengan pengembangan ekosistem olahraga yang memberikan manfaat ekonomi.

“Yang pertama kita bisa menciptakan sport industry, yang kedua kita bisa menciptakan sport tourism,” katanya.

Sport tourism dinilai memiliki peluang besar karena kegiatan olahraga dapat menarik masyarakat dari luar daerah untuk datang ke Jawa Tengah. Kehadiran wisatawan kemudian dapat memberikan efek berganda bagi sektor kuliner, akomodasi, transportasi, hingga pelaku usaha lokal.

Taj Yasin mencontohkan kawasan Stadion Jatidiri yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk berjalan kaki, berlari, dan beraktivitas fisik.

“Jangan hanya bangunannya baik tetapi sepi,” tegasnya.

Ia memastikan fasilitas olahraga di kawasan Jatidiri terbuka bagi masyarakat dan mendorong warga memanfaatkannya secara rutin.

Haornas Bukan Sekadar Seremoni

Taj Yasin menekankan budaya olahraga harus dibangun secara konsisten. Ia berharap kebiasaan orang tua berolahraga juga menjadi contoh positif bagi anak-anak.

“Pesan saya jangan hari ini saja olahraga. Kita harus olahraga tiap hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 25-31 Oktober 2026.

Sekitar 9.000 hingga 10.000 peserta diperkirakan akan hadir dalam ajang tersebut. Porprov sekaligus menjadi panggung untuk memperkuat pembinaan atlet Jawa Tengah. Taj Yasin berharap prestasi atlet Jateng di tingkat nasional dan internasional dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Ini harus kita pertahankan, syukur-syukur kita tingkatkan. Kita tingkatkan kualitas atlet kita,” katanya.

500 Peserta Ikuti Olahraga Bersama di Jatidiri

Kepala Dispora Jawa Tengah Aria Chandra Destianto mengatakan peringatan Haornas ke-43 tingkat Jateng digelar sederhana melalui kegiatan olahraga bersama di kawasan Jatidiri.

Sekitar 500 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk organisasi olahraga anggota KORMI Jateng, jajaran Dispora Jateng, serta siswa-siswi PPOP Jawa Tengah.

“Haornas ke-43 tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, meningkatkan kebugaran masyarakat, menguatkan prestasi olahraga nasional dan menguatkan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan,” ujar Aria.

Menurutnya, peningkatan partisipasi masyarakat dalam olahraga akan menjadi fondasi penting untuk membangun masyarakat yang lebih bugar sekaligus mencetak atlet berprestasi.

Jateng Ingin Perkuat Ekosistem Olahraga

Aria menyebut Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah pemasok atlet berprestasi bagi Indonesia. Atlet Jateng dinilai konsisten menorehkan prestasi dalam berbagai ajang, termasuk Peparnas, POMNAS, POPNAS, SEA Games, hingga Asian Para Games.

“Prestasi tersebut membuktikan bahwa Jawa Tengah mampu menjadi gudang atlet berprestasi,” tegasnya.

Ke depan, momentum Haornas diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, sekolah, atlet, pelatih, komunitas, dan masyarakat.

Penguatan ekosistem tersebut tidak hanya diarahkan untuk melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus sektor ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Tengah.

Share This Article