Ini Kewajiban Utama Ayah Didik Anak Menurut Al-Qur’an dan Hadis

M Salman
4 Min Read
Ilustrasi seorang ayah sedang mendidik anaknya.(dok Meta AI)

​MERCUSUARNEWS.CO — Mendidik anak sering kali dianggap sebagai tugas utama seorang ibu. Padahal dalam ajaran Islam, tanggung jawab besar tersebut juga menjadi kewajiban utama seorang ayah sebagai pemimpin dalam rumah tangga.

​Allah SWT secara tegas memerintahkan para suami untuk menjaga keluarganya sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

​يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

​”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (Qs. At-Tahrim: 6).

​Ayat ini menegaskan bahwa ayah wajib membimbing anak dan istrinya agar tetap berada di jalan kebenaran serta terhindar dari keburukan. Kedudukan suami sebagai pemimpin rumah tangga juga ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

​الرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

​”Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Sebagai pemimpin, ayah wajib memastikan anak-anaknya mendapatkan pendidikan agama dan duniawi yang layak.

​Pendidikan Tauhid dan Teladan Akhlak

​Pendidikan pertama yang wajib ditanamkan seorang ayah adalah tauhid, yaitu mengenalkan anak kepada Allah SWT. Hal ini meneladani nasihat Luqman kepada anaknya dalam Al-Qur’an:

​يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

​”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutualan Allah. Sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang besar.” (Qs. Luqman: 13).

​Selain nasihat, anak-anak belajar dari teladan nyata. Ayah harus mencontohkan ibadah dan akhlak yang baik dalam keseharian. Rasulullah SAW bersabda:

​إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

​”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad).

​Mengajarkan Al-Qur’an, Shalat, dan Akhlak Mulia

​Seorang ayah juga bertanggung jawab mengajari anaknya membaca Al-Qur’an serta menanamkan kecintaan terhadap kitab suci tersebut. Rasulullah SAW bersabda:

​خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

​”Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

​Tak hanya itu, disiplin shalat harus dibiasakan sejak dini sebagaimana perintah Nabi SAW:

​مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ

​”Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud).

​Pendidikan akhlak seperti kejujuran, menghormati orang tua, dan berbuat baik kepada sesama juga mutlak diajarkan. Rasulullah SAW bersabda:

​إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

​”Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi).

​Ayah juga perlu melatih kedisiplinan dan rasa tanggung jawab anak sesuai sabda Nabi SAW:

​كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

​”Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

​Nafkah Halal, Kasih Sayang, dan Doa Ayah

​Kewajiban penting lainnya adalah memberikan nafkah dari rezeki yang halal. Makanan yang halal dan berkah akan berdampak langsung pada kepribadian anak. Rasulullah SAW bersabda:

​طَلَبُ الْحَلَالِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

​”Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban setiap Muslim.” (HR. Thabrani).

​Dalam mendidik, ayah harus mengedepankan kelembutan dan kasih sayang serta menjaga lingkungan pergaulan anak. Rasulullah SAW mengingatkan:

​لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا

​”Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak-anak kami.” (HR. Tirmidzi).

​Terkait lingkungan pertemanan anak, Rasulullah SAW bersabda:

​الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

​”Seseorang akan mengikuti agama sahabat dekatnya, maka perhatikanlah dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Dawud).

​Segala ikhtiar tersebut harus disempurnakan dengan doa seorang ayah agar membuahkan keberkahan, sebagaimana doa yang diabadikan dalam Al-Qur’an:

​رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي، رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

​”Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.” (Qs. Ibrahim: 40).

​Mendidik anak merupakan amanah besar bagi seorang ayah yang mencakup aqidah, ibadah, akhlak, dan kemandirian demi mencetak generasi shalih yang membawa keberkahan bagi umat.

Share This Article