Pemprov Jateng Dorong Sinergi Pesantren dan Kampus Lewat Program Pesantren Obah

Tahmid Musyafa
4 Min Read
Pesantren Obah jadi program unggulan dan buka peluang santri kuliah di luar negeri. (dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG, MERCUSUARNEWS.CO – Pemprov Jawa Tengah bersama LFSP Jateng mempertemukan pengasuh pesantren mahasiswa dan perguruan tinggi untuk memperkuat pembinaan santri sekaligus merespons tantangan kehidupan mahasiswa.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memperkuat kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi melalui program Pesantren Obah. Untuk pertama kalinya, Pemprov Jateng melalui Biro Kesra dan Penanggulangan Kemiskinan bersama Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng menggelar diskusi yang mempertemukan pengasuh pesantren mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemerintah.

Diskusi bertema “Sinergi Pesantren, Perguruan Tinggi, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk Generasi Berakhlak, Bermanfaat, dan Bermartabat” tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Mahasiswa Kebangsaan, Tembalang, Semarang.

Kegiatan dipandu dosen FISIP Undip Dr. Phil. Wahid Abdulrahman dan diikuti pengasuh sembilan pesantren mahasiswa di kawasan Tembalang, takmir masjid kampus, serta pejabat bidang kemahasiswaan dari sejumlah perguruan tinggi.

Pesantren Obah Tak Hanya Bangun Infrastruktur

Kepala Biro Kesra dan Penanggulangan Kemiskinan Pemprov Jateng, Syamsudin Isnaeni, mengatakan Pesantren Obah merupakan salah satu program prioritas Jawa Tengah periode 2025-2030.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pesantren. Penguatan kualitas sumber daya manusia santri dan pengasuh juga menjadi perhatian utama.

Sejumlah program yang disiapkan antara lain bantuan sarana dan prasarana pesantren, beasiswa santri dan pengasuh, insentif guru agama, Santri Preneur, Beasiswa Mahasantri, hingga Santri Penggerak.

“Pesantren mahasiswa memiliki karakter yang khas karena santrinya juga berstatus mahasiswa. Fokus mereka menyelesaikan tugas akademik di kampus. Dengan kondisi ini, pesantren perlu adaptif,” kata Syamsudin.

Beasiswa Santri Penggerak Jadi Jembatan Pesantren dan Kampus

Ketua LFSP Jateng Prof. Hasyim Muhammad mengatakan, Beasiswa Santri Penggerak menjadi salah satu bentuk fasilitasi pemerintah bagi mahasiswa yang menjalani pendidikan di pesantren.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih kuat antara pesantren dan perguruan tinggi.

Fasilitasi dan sinergi tersebut selanjutnya akan dikembangkan di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Undip Dorong Rekognisi Mahasiswa yang Mondok

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof. Dr. rer. nat. Heru Susanto, menilai kolaborasi pesantren dan perguruan tinggi semakin penting di tengah dinamika kehidupan mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa yang memilih tinggal dan belajar di pesantren memiliki nilai tambah dari sisi pembentukan karakter.

“Mahasiswa yang mau mondok memiliki nilai lebih sehingga dapat diberikan penghargaan berupa rekognisi untuk sejumlah mata kuliah seperti agama Islam,” ujarnya.

Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang aktif mengikuti pendidikan pesantren sekaligus menjalani pendidikan tinggi.

Pesantren dan Kampus Diminta Hadapi Tantangan Mahasiswa Bersama

Pengasuh Pesantren Mahasiswa Fadhilah Meteseh, KH Iman Fadhilah, mengapresiasi forum yang mempertemukan pesantren dan perguruan tinggi tersebut.

Ia menilai berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa di luar kegiatan akademik membutuhkan penanganan bersama. Di antaranya pergaulan bebas, kekerasan, hingga persoalan ideologi.

Menurutnya, pesantren dan kampus perlu memiliki ruang komunikasi yang lebih intens agar persoalan tersebut dapat dicegah sekaligus ditangani secara bersama.

“Ke depan harus ada forum yang lebih intens antara pesantren dan perguruan tinggi yang diadakan secara rutin,” harapnya.

Melalui sinergi tersebut, Program Pesantren Obah diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem pesantren, tetapi juga melahirkan generasi mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter, akhlak, dan kepedulian sosial.

Share This Article