MERCUSUARNEWS.CO – Krisis air bersih akibat kekeringan masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara. Hingga kini, BPBD Banjarnegara telah menyalurkan sekitar 10 juta liter air bersih kepada warga yang terdampak.
Distribusi tersebut menjangkau 60 desa dan delapan kelurahan di 15 kecamatan. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kondisi sumber air di masing-masing wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan dropping air bersih masih terus dilakukan karena sejumlah sumur dan mata air warga mulai mengering.
“Hingga saat ini, kami masih terus melakukan distribusi atau dropping air bersih pada sejumlah wilayah terdampak kekeringan,” kata Aji.
Tujuh Tangki Dikerahkan untuk Distribusi Air
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Banjarnegara mengerahkan tujuh armada tangki air. Masing-masing kendaraan memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter.
Sekitar 30 personel gabungan BPBD dan relawan juga dilibatkan untuk mendukung distribusi air ke wilayah yang mengalami krisis air.
Penyaluran diprioritaskan ke daerah yang sumber airnya sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
Aji mengatakan BPBD bersama relawan terus memantau kondisi lapangan untuk menentukan wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.
BPBD Cari Sumber Air Alternatif
Penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui dropping air. BPBD juga mencari sumber-sumber mata air alternatif yang masih tersedia dan memungkinkan dimanfaatkan masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan pipanisasi untuk mengalirkan air dari sumber alternatif menuju lokasi yang lebih dekat dengan permukiman warga.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses air sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap distribusi menggunakan kendaraan tangki.
Krisis Air Masih Dipantau
Dengan kekeringan yang masih berlangsung, kebutuhan air bersih masyarakat diperkirakan tetap tinggi. BPBD Banjarnegara terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami krisis air.
Pemerintah daerah bersama BPBD juga mengupayakan sumber air alternatif yang masih dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Distribusi air bersih dan pencarian sumber air baru akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga akses air bersih bagi masyarakat di wilayah Banjarnegara yang terdampak kekeringan.
