Menelusuri Hadis Akhir Zaman: Syam, Fitnah Dajjal, dan Kemenangan Al-Aqsa

M Salman
5 Min Read
Ilustrasi hari akhir.(dok unsplash.com)

​MERCUSUARNEWS.CO— Pengetahuan mengenai peristiwa akhir zaman merupakan bagian integral dari keimanan dalam Islam, bukan sekadar narasi fiksi apokaliptik. Rasulullah SAW telah memberikan petunjuk detail mengenai peristiwa besar di masa depan, mulai dari keutamaan kawasan Syam (termasuk Suriah), kemunculan fitnah Dajjal, hingga pembebasan Baitul Maqdis (Al-Aqsa) guna memupuk kesiapsiagaan spiritual umat.

​Keutamaan dan Keberkahan Negeri Syam

​Dalam istilah syar’i, wilayah Syam mencakup Palestina, Suriah, Lebanon, dan Yordania. Keutamaan kawasan ini ditegaskan langsung melalui doa Rasulullah SAW:

​اللهم بارك لنا في شامنا، اللهم بارك لنا في يمننا

​”Ya Allah, berkahilah negeri Syam kami. Ya Allah, berkahilah negeri Yaman kami.” (HR. Bukhari no. 7094).

​Imam Nawawi dalam Syarh Sahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini menandakan keutamaan Syam dan Yaman dari sisi keberkahan, keselamatan, dan agama. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

​طُوبَى لِلشَّامِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا ذَاكَ؟ قَالَ: إِنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَةِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا.

​”Berbahagialah negeri Syam.” Mereka bertanya, “Kenapa begitu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Karena malaikat rahmat membentangkan sayapnya di atasnya.” (HR. Tirmidzi no. 3954).

​Imam Al-Qurthubi menegaskan bahwa wilayah Syam, termasuk Damaskus, akan menjadi panggung utama pertempuran antara kebenaran dan kebatilan. Hal ini selaras dengan hadis mengenai lokasi turunnya Nabi Isa AS:

​فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ…

​”Lalu Isa bin Maryam akan turun di menara putih di sebelah timur Damaskus (Suriah)…” (HR. Muslim no. 2937).

​Kemunculan Fitnah Terbesar Dajjal

​Salah satu figur antagonis utama di akhir zaman adalah Dajjal. Rasulullah SAW mengingatkan besarnya ujian dari fitnah tersebut:

​مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ فِتْنَةٌ أَعْظَمُ مِنَ الدَّجَّالِ

​”Sejak penciptaan Adam hingga Hari Kiamat, tidak ada fitnah yang lebih besar daripada Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946).

​Para ulama seperti Ibnu Hajar dan Al-Munawi menjelaskan bahwa Dajjal membawa tipu daya luar biasa berupa “surga dan neraka” serta mengaku sebagai tuhan. Dajjal dikabarkan akan keluar dari wilayah timur (Khurasan):

​يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ، يُقَالُ لَهَا خُرَاسَانُ، يَتْبَعُهُ قَوْمٌ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ

​”Dajjal akan keluar dari bumi sebelah timur, yang disebut Khurasan. Orang-orang yang wajahnya seperti perisai yang dipukul akan mengikutinya.” (HR. Tirmidzi no. 2237).

​Puncak Pertempuran dan Pembebasan Baitul Maqdis

​Fitnah Dajjal akan menjangkau kawasan Syam dan mengepung kaum Muslimin di Baitul Maqdis. Namun, pergerakannya akan dihentikan oleh Nabi Isa AS di wilayah Palestina modern:

​فَيَطْلُبُهُ عِيسَى حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ

​”Isa akan mengejar Dajjal hingga menangkapnya di pintu Lud dan membunuhnya.” (HR. Muslim no. 2937). Pintu Lud terletak di dekat Tel Aviv, menandakan bahwa puncak kemenangan terjadi di tanah Palestina.

​Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan tempat suci yang diagungkan dalam Al-Qur’an:

​سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ

​”Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa yang Kami berkahi sekelilingnya…” (QS. Al-Isra: 1). Ibnu Katsir menerangkan bahwa Al-Aqsa adalah tempat persinggahan para nabi, kiblat pertama umat Islam, dan pusat peristiwa besar akhir zaman.

​Sebelum turunnya Nabi Isa AS, kepemimpinan umat akan dipegang oleh Imam Mahdi:

​يَخْرُجُ فِي آخِرِ أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ… وَيُمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

​”Di akhir umatku akan keluar Al-Mahdi… Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

​Nabi Isa AS kemudian turun bukan membawa syariat baru, melainkan meneruskan risalah Nabi Muhammad SAW:

​يَكْسِرُ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلُ الْخِنزِيرَ، وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ

​”Isa akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

​Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menegaskan bahwa terbunuhnya Dajjal merupakan puncak dari pembebasan (tahrir) Baitul Maqdis. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Rasulullah SAW mengajarkan doa perlindungan yang dibaca dalam setiap salat:

​اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ…

​”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Dajjal…” (HR. Muslim no. 588).

​Penelusuran nubuwah ini menegaskan bahwa perjuangan membela Al-Aqsa adalah bagian dari keimanan. Umat Islam diimbau memperkuat akidah, memperbanyak ilmu, dan menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an sebagai benteng utama menghadapi dinamika akhir zaman.

Share This Article