Keterwakilan Perempuan di DPRD Jateng Terus Anjlok, Sumanto Ingatkan Politisi Bersiap Hadapi Pemilu 2029

Burhanuddin
2 Min Read
Ketua DPRD Jateng Sumanto.(Foto: dok Sumanto)

​MERCUSUARNEWS.CO – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, melontarkan peringatan serius terkait tren penurunan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. Ia mendorong para politisi perempuan dan partai politik untuk memperkuat kapasitas diri serta mematangkan kaderisasi guna menghadapi Pemilu 2029 yang diprediksi bakal jauh lebih rumit dan kompetitif.

​Data DPRD Jateng mencatat penurunan persentase legislator perempuan secara beruntun dalam tiga periode pemilu terakhir. Pada Pemilu 2014, proporsi perempuan di parlemen Jawa Tengah sempat menyentuh 24 persen, lalu tergerus menjadi 23 persen pada 2019, dan kembali merosot hingga tersisa 19 persen pada Pemilu 2024.

​Sumanto menilai fenomena tersebut sebagai alarm penting bagi demokrasi lokal. Pasalnya, regulasi pemilu sejatinya telah memberikan karpet merah melalui ketentuan kuota pencalonan perempuan minimal 30 persen. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa besarnya porsi dalam daftar calon legislatif belum berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan.

​”Sekitar separuh populasi masyarakat dan pemilih terdiri dari kaum perempuan. Keterwakilan yang proporsional membuat komposisi lembaga perwakilan lebih mencerminkan keragaman masyarakat,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

​Menurutnya, kehadiran perempuan di parlemen sangat krusial untuk mengawal berbagai kebijakan publik yang membutuhkan perspektif gender secara komprehensif, seperti perlindungan perempuan dan anak, isu kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga peningkatan layanan sosial. Jika keterwakilan terus menyusut, ruang bagi kader perempuan untuk mendapatkan pengalaman legislatif juga akan makin sempit.

​Sumanto mengapresiasi para legislator perempuan incumbent yang berhasil bertahan di tengah kompetisi politik yang kian keras, sekaligus tetap menjalankan peran domestik dalam keluarga. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak bisa lagi dihadapi dengan pola-pola lama.

​Guna memutus tren penurunan ini, ia meminta Kaukus Perempuan dan seluruh partai politik lintas bendera untuk mengesampingkan sekat organisasi dan fokus pada penguatan kapasitas kader sejak dini.

​”Tahun 2029 saya berharap banyak politisi perempuan terpilih kembali. Ini harus dipertahankan. Apa pun partainya, yang sudah menjadi pengurus Kaukus Perempuan dan kader partai harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Kompetisi ke depan akan lebih rumit,” tegasnya.

Share This Article