Hoaks dan Provokasi Jadi Sorotan, Kapolres Banjarnegara Gandeng FKUB Jaga Kerukunan

Tahmid Musyafa
3 Min Read
Jaga Kamtibmas Banjarnegara, Kapolres Ajak FKUB Tangkal Hoaks dan Provokasi. (dok. Humas Polres Banjarnegara)

MERCUSUARNEWS.CO –  Penyebaran hoaks dan informasi provokatif di media sosial menjadi perhatian Polres Banjarnegara. Kapolres Banjarnegara AKBP Dr. Aruma Chandra Dewi mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat kerukunan sekaligus mencegah informasi yang berpotensi memicu konflik.

Pesan tersebut disampaikan Aruma saat silaturahmi Kamtibmas bersama FKUB dan tokoh lintas agama di RM Sari Rahayu 4 Banjarnegara, Selasa (29/9/2026).

FKUB Dinilai Penting Jaga Kerukunan

Aruma mengatakan pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperkuat komunikasi dan kepercayaan antar-elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Banjarnegara.

Menurutnya, kerukunan umat beragama merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Kerukunan umat beragama merupakan salah satu pondasi penting dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif. Kamtibmas akan semakin kuat apabila dibangun melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Aruma.

Ia menilai FKUB memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama. Peran tersebut dibutuhkan untuk menjaga hubungan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang dan keyakinan beragam.

Hoaks dan Provokasi Jadi Perhatian

Selain kerukunan antarumat beragama, Kapolres menyoroti tantangan keamanan di era digital. Arus informasi yang cepat melalui media sosial dinilai dapat menimbulkan persoalan apabila masyarakat tidak memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Hoaks, ujaran kebencian, provokasi, dan informasi yang menyesatkan berpotensi memicu kesalahpahaman hingga konflik di tengah masyarakat.

Karena itu, Aruma mengajak FKUB dan masyarakat membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi.

“Mari kita biasakan melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap sumber informasi dan kebenarannya,” katanya.

Menurutnya, media sosial seharusnya menjadi sarana komunikasi yang mempererat hubungan masyarakat, bukan ruang untuk menyebarkan narasi yang memecah belah.

Kapolres Minta Konflik Dicegah Sejak Dini

Aruma juga mengajak masyarakat mengedepankan toleransi dan saling menghormati, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital.

“Mari kita kedepankan kedamaian, toleransi, saling menghormati, serta bersama-sama mencegah berkembangnya narasi kebencian yang dapat mengganggu kerukunan,” ujarnya.

Ia menegaskan, menjaga keamanan Banjarnegara bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Keterlibatan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, FKUB, dan warga diperlukan untuk mendeteksi serta mencegah potensi konflik sejak awal.

“Melalui kegiatan silaturahmi ini, mari kita berkomitmen untuk menjaga persaudaraan, menangkal hoaks, mencegah provokasi dan mengantisipasi setiap potensi konflik sejak dini,” katanya.

Aruma menambahkan, rasa aman tidak hanya ditandai dengan minimnya gangguan keamanan, tetapi juga tumbuhnya kepercayaan dan sikap saling menghormati di tengah masyarakat.

“Rasa aman bukan hanya tentang tidak adanya gangguan, tetapi juga tentang adanya rasa saling percaya dan saling menghormati satu sama lain,” katanya.

Share This Article