Bank Indonesia dan Pemda Pacu Digitalisasi Transaksi untuk Dorong Ekonomi Daerah

Burhanuddin
3 Min Read
Bank Indonesia menggelar acara Casual Talk bertajuk “Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital untuk Mendukung Produktivitas Ekonomi” di Jakarta International Convention Center.(Foto: bi.go.id)

​MERCUSUARNEWS.CO — Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) terus diakselerasi guna memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas serta pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah. Langkah ini direalisasikan melalui efisiensi transaksi, perluasan inklusi keuangan, penguatan talenta, inovasi, hingga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

​Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali, saat membuka gelaran Casual Talk bertajuk “Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital untuk Mendukung Produktivitas Ekonomi” di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026).

​“Penguatan EKD di daerah harus memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha melalui peningkatan efisiensi, penciptaan nilai tambah, dan penguatan daya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ricky dikutip dari laman bi.go.id, Sabtu (26/9/2026).

​Ricky menggarisbawahi bahwa penerapan EKD di setiap wilayah perlu disesuaikan dengan karakteristik, kesiapan teknologi, serta potensi ekonomi lokal agar tercipta pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

​Perkembangan Sistem Pembayaran Nontunai dan P2DD

​Hingga Semester I 2026, implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) menunjukkan tren positif. Sebanyak 518 dari total 546 pemerintah daerah (sekitar 94,9%) kini telah masuk dalam kategori Digital. Capaian ini menandakan proses transaksi pemda semakin efisien, transparan, dan terintegrasi.

​Penggunaan Kartu Kredit Indonesia Segmen Pemerintah juga terus dimaksimalkan untuk memperkuat tata kelola belanja negara. Instrumen ini tercatat telah dimanfaatkan oleh 60 Kementerian/Lembaga dan 304 Pemerintah Daerah. Selain itu, penetrasi QRIS—baik metode pindai maupun QRIS TAP—terus diperluas pada layanan publik untuk mempermudah aktivitas ekonomi masyarakat.

​Melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia bersama 46 Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan lewat sinergi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) serta Program Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi (KATALIS) P2DD.

​Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemda, Bank Indonesia turut menyerahkan penghargaan Championship P2DD dan penganugerahan bagi para pemenang program KATALIS P2DD x DIGDAYA kepada daerah-daerah dengan kinerja digitalisasi transaksi terbaik.

​Rangkaian Gelaran FEKDI x IFSE 2026

​Diskusi panel Casual Talk ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, antara lain Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Deputi Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, BPSDM Kemenkomdigi Boni Pudjianto, serta Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy.

​Adapun gelaran FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 September 2026 di JICC Jakarta. Berbagai agenda menarik disajikan bagi publik, mulai dari seminar, talkshow, showcase inovasi teknologi, digital experience, hingga sesi networking. Informasi lengkap seputar acara dapat diakses melalui laman resmi fekdixifse.co.id.

Share This Article