MERCUSUARNEWS.CO – MTsN 1 Banjarnegara membuat kejutan dalam Jumbara PMR Madya PMI Kabupaten Banjarnegara 2026. Mengumpulkan nilai 893,83, MTsN 1 keluar sebagai juara umum setelah bersaing ketat dengan puluhan kontingen SMP dan MTs se-Kabupaten Banjarnegara.
Jumbara PMR Madya 2026 berlangsung di SMAN 1 Wanadadi pada 19–20 September 2026 dan diikuti 49 kontingen. Hasil penilaian menempatkan MTsN 1 Banjarnegara di posisi teratas sekaligus berhak membawa pulang piala tetap juara umum.
Persaingan Ketat di Enam Bidang Kegiatan
Ketua Panitia Jumbara PMR Madya 2026, Ari Budi Waluyani, mengatakan hasil tahun ini menjadi salah satu kejutan karena persaingan antarkontingen berlangsung ketat.
Perbedaan nilai dari setiap bidang relatif tipis sehingga kesiapan peserta menjadi faktor penting dalam menentukan posisi akhir.
“Banyak kejutan dalam Jumbara PMR Madya tahun ini. Hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan PMR sudah semakin merata di wilayah Banjarnegara,” ujar Ari.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan pembinaan Palang Merah Remaja di tingkat SMP dan MTs mulai mengalami peningkatan.
Peserta mengikuti enam bidang kegiatan, yakni simulasi pertolongan pertama, perawatan keluarga, peer support kesehatan remaja, uji wawasan kepalangmerahan, Ayo Siaga Bencana, serta video vlog Jumbara.
Latihan Gabungan Bantu Tingkatkan Kesiapan
Ari mengatakan persiapan menghadapi Jumbara tidak bisa dilakukan secara instan. Sejumlah kontingen mengikuti latihan gabungan yang melibatkan beberapa sekolah di wilayah atau korwil masing-masing.
Strategi tersebut dinilai membantu meningkatkan kesiapan sekaligus membangun semangat peserta sebelum mengikuti perlombaan.
“Latihan gabungan yang melibatkan beberapa sekolah di beberapa wilayah atau korwil terbukti menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan semangat dan nilai kontingen sebelum Jumbara,” katanya.
Ia berharap kegiatan PMR di sekolah tidak hanya aktif ketika menjelang perlombaan.
Menurutnya, anggota PMR perlu terus mendapatkan pembekalan agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
“PMR sebagai agen perubahan dan relawan masa depan harus terus dibekali ilmu dan keterampilan agar nantinya bisa berkontribusi bagi keluarga, lingkungan sekitar, serta masyarakat,” ujar Ari.
Jumbara Bukan Sekadar Ajang Perlombaan
Plh Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara, Noor Tamami, menegaskan Jumbara memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan anggota PMR untuk bertukar pengalaman, melakukan evaluasi, sekaligus meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam suasana yang bersahabat dan partisipatif.
“Jumbara merupakan salah satu bentuk pembinaan dan ajang pertemuan anggota PMR untuk saling berbagi, melakukan evaluasi, serta meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam suasana yang gembira, bersahabat dan partisipatif,” katanya.
Menurut Noor, anggota PMR merupakan bagian dari generasi muda yang dipersiapkan menjadi relawan masa depan.
Karena itu, pembinaan PMR diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan, serta kemampuan memberikan dukungan kepada teman sebaya.
Ini Tiga Besar Jumbara PMR Madya Banjarnegara 2026
Berdasarkan hasil akhir penilaian, tiga besar Jumbara PMR Madya PMI Kabupaten Banjarnegara 2026 adalah:
- MTsN 1 Banjarnegara
- SMPN 1 Banjarnegara
- SMPN 1 Karangkobar
Capaian MTsN 1 Banjarnegara menjadi gambaran ketatnya persaingan Jumbara tahun ini. Sebanyak 49 kontingen tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan kepalangmerahan, tetapi juga menunjukkan keterampilan, kreativitas, kerja sama, dan kesiapsiagaan.
Lebih dari sekadar mencari juara, Jumbara PMR Banjarnegara menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda agar memiliki kepedulian sosial dan kesiapan menjadi relawan di masa mendatang.
