MERCUSUARNEWS.CO – Tempat penggergajian kayu di Dusun Picungdatar, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, terbakar pada Sabtu (19/9/2026) dini hari. Api melalap area pengolahan kayu seluas sekitar 20 meter persegi.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap Gatot Arief Widodo mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 04.15 WIB. Warga yang tinggal di sekitar lokasi langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran setelah melihat kobaran api.
“Petugas Pos Damkar Majenang langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Setelah api padam, petugas juga melakukan pendataan di lokasi kejadian,” kata Gatot.
Salah seorang warga yang tinggal di sebelah tempat pengolahan kayu pertama kali menyadari kejadian tersebut. Saat hendak pergi ke masjid, warga bernama Harun mendengar suara percikan dari arah lokasi.
Harun kemudian keluar rumah dan melihat kobaran api serta kepulan asap. Dia segera meminta bantuan warga sekitar dan bersama warga lainnya mendatangi lokasi.
Warga selanjutnya memberitahu pemilik tempat pengolahan kayu, Naomi Heriani. Masyarakat sekitar juga berusaha memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas Damkar dari Pos Majenang.
Api Diduga Berasal dari Puntung Rokok
Gatot mengatakan petugas menduga puntung rokok menjadi sumber awal kebakaran. Seseorang yang sebelumnya melakukan aktivitas pemuatan kayu diduga membuang puntung rokok di sekitar area pengolahan kayu.
“Untuk penyebabnya masih berdasarkan dugaan, yakni percikan api dari puntung rokok yang dibuang di area pabrik pengolahan kayu,” jelas Gatot.
Material kayu dan limbah hasil penggergajian membuat api cepat membesar. Kondisi tersebut mendorong warga segera meminta bantuan petugas agar api tidak merambat ke area lain.
Petugas Pos Damkar Majenang kemudian melakukan pemadaman sekaligus pendinginan. Mereka menggunakan sekitar 6.000 liter air untuk menangani kebakaran tersebut.
Tidak Ada Korban Jiwa
Penanganan kebakaran berlangsung dengan cepat. Petugas membutuhkan sekitar 20 menit untuk merespons laporan dan mengendalikan api di lokasi.
Gatot memastikan kejadian tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun korban meninggal dunia. Petugas juga melakukan pengecekan setelah pemadaman untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
“Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Setelah pemadaman, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api,” ujar Gatot.
Kebakaran tersebut berdampak pada area pengolahan kayu seluas kurang lebih 20 meter persegi. Pemilik usaha mengalami kerugian material yang mencapai sekitar Rp 5 juta.
Petugas Pos Damkar Majenang yang menangani kejadian itu terdiri atas Sartono, Wahyu K, Wahyu P, dan Mugi dari unsur relawan pemadam kebakaran. Sementara itu, Arip tetap berjaga di kantor untuk memastikan kesiapsiagaan personel.
Damkar Cilacap mengingatkan pemilik usaha pengolahan kayu agar lebih memperhatikan sumber api di sekitar tempat kerja. Material kayu dan limbah penggergajian mudah terbakar sehingga warga perlu menjauhkan puntung rokok, korek api, maupun sumber panas lainnya.
Gatot juga mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan. Terlebih, area yang memiliki banyak material kering dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian dalam waktu singkat.
