Gelombang Laut Selatan Capai 4 Meter, BMKG Minta Nelayan dan Moda Transportasi Laut Waspada

Putri Najwa
2 Min Read
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah yang mencapai 4 meter. (dok Freepik.com)

​MERCUSUARNEWS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengeluarkankan informasi peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah.

Peringatan ini berlaku mulai Sabtu, 19 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 22 September 2026 pukul 07.00 WIB.

​Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, cuaca di perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo secara umum diprakirakan cerah berawan dengan pergerakan angin bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara pada kecepatan 3 hingga 18 knot.

​Tinggi gelombang laut di wilayah Perairan Kebumen dan Perairan Purworejo diprakirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang). Sedangkan untuk Perairan Cilacap, gelombang berpeluang mencapai ketinggian 2,5 hingga 4,0 meter (kategori tinggi).

​Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Adnan Dendy Mardika, mengingatkan tingginya risiko keselamatan terhadap aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.

​BMKG merinci batas ketahanan moda transportasi laut terhadap potensi bahaya angin dan gelombang:

​Perahu Nelayan: Berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

​Kapal Tongkang: Berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

​Kapal Ferry: Berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

​Masyarakat pesisir, nelayan, serta operator moda transportasi laut diimbau untuk terus memantau update informasi cuaca bahari dan memperhatikan saran keselamatan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Share This Article