Kebakaran Hutan Pesahangan Cilacap, Babinsa dan 100 Warga Turun Tangan

Malik Ibrahim
3 Min Read

CILACAP, MERCUSUARNEWS.CO -Kebakaran melanda kawasan hutan tanaman pinus di Desa Pesahangan, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Api membakar area sadapan pinus di Petak 18D Tahun Tanam 1976, RPH Pesahangan, BKPH Majenang, KPH Banyumas Barat, Sabtu (29/8/2026).

Kebakaran tersebut berhasil ditangani setelah Babinsa Koramil 14/Cimangu Kodim 0703/Cilacap bersama petugas Perhutani, aparat gabungan, dan masyarakat berjibaku memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam.

Asap Terlihat dari Kawasan Tanaman Pinus

Informasi kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, Mandor Perhutai Widiyanto melihat adanya kepulan asap dari kawasan hutan tanaman pinus.

Laporan tersebut kemudian segera ditindaklanjuti. Babinsa Koramil 14/Cimanggu berkoordinasi dengan petugas Perhutani dan unsur terkait untuk mengecek lokasi sekaligus melakukan upaya pemadaman.

Setelah tiba di Lokasi, tim mendapati api sudah membakar area sadapan tanaman pinus. Berdasarkan pendataan awal, luas Kawasan yang terdampak kebakaran diprakirakan mencapai 0,1 hektare.

Melihat kondisi tersebut, petugas tidak menunggu api semakin membesar. Pemadaman langsung dilakukan secara manual dengan menggunakan berbagai peralatan yang tersedia di lokasi.

Ratusan Orang Bahu-membahu Padamkan Api

Proses pemadaman dilakukan dengan sejumlah metode, mulai dari penyemprotan air, pemukulan titik api dengan menggunakan ranting pohon, hingga penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan air sabun.

Upaya tersebut tidak hanya dilakukan aparat. Masyarakat sekitar dan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) juga ikut membantu petugas melokalisir kobaran api agar tidak merambah ke hutan lain.

Total sekitar 100 warga dan anggota LMDH ikut langsung dalam penanganan kebakaran tersebut. Selain itu, pemadaman juga melibatkan 1 petugas Perhutani, personel Koramil 14/Cimanggu, Polsek, serta personel BPBD dan Satpol PP.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 16.30 WIB dan baru selesai sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah dilakukan pengecekan, seluruh titik api dinyatakan telah padam.

Diduga Api dari Aktivitas Penyadap

Dari informasi awal, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas penyadap di Kawasan tersebut yang telah melakukan aktivitas setelah pekerjaan selesai, namun api belum benar-benar padam, sehingga merembet dan terjadi kebakaran. Kondisi ini diduga memicu mucnulnya kobaran api hingga membakar area sadapan tanaman pinus.

Meski demikian, kebakaran tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kerugian material akibat terjadinya kebarakan ini juga belum dilaporkan, namun luas arena yang terbakar diprakirakan mencapai 0,1 hektare.

Dari kejadian ini, Babinsa setempat mengingatkan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan daalm beraktivitas di kawasan hutan, terutama jika menggunakan sumber api.

Kebakaran hutan harus dicegah bersama. Jangan sampai meninggalkan api dalam kondisi masih menyala. Babinsa juga akan terus bersinergi dengan Perhutani dan masyarakat untuk menjaga keamanan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan.

Dengan berhasilnya pemadaman tersebut, kondisi kawasan hutan di lokasi kejadian dilaporkan aman. Namun, keaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya Kembali titik api, terutama di tengah kondisi lahan yang rekatif mudah terbakar.

Share This Article