MERCUSUARNEWS.CO – Pemandangan estetik kini kembali menghiasi wajah Kota Purwokerto. Pohon Bunga Tabebuya yang berjajar di sepanjang koridor Jalan Bung Karno—atau yang akrab disapa warga lokal sebagai kawasan DA (Dalan Anyar)—mulai bermekaran dengan sempurna.
Fenomena ini menciptakan atmosfer unik yang memadukan kemegahan arsitektur modern dengan keindahan alami pohon hias asal Brasil tersebut.
Keindahan “Sakura” Jawa di Kawasan Wisata Jalan Bung Karno
Kawasan Jalan Bung Karno kini menjadi pusat perhatian warga berkat mekarnya bunga-bunga berwarna kuning cerah yang berjejer rapi. Kehadiran bunga ini semakin menambah daya tarik deretan objek wisata yang ada di kawasan tersebut.
Selain Menara Pandang Teratai yang menjadi ikon utama, pengunjung juga dapat menikmati suasana asri di sekitar Madhang Maning Park serta area luas di sekitar Kolam Retensi.
Integrasi antara ruang terbuka hijau (RTH) dengan fasilitas publik ini membuat kawasan DA menjadi destinasi favorit warga untuk berolahraga sore atau sekadar bersantai. Guguran kelopak bunga di sepanjang pedestrian Jalan Bung Karno pun memberikan kesan romantis, memperkuat identitas Purwokerto sebagai kota yang asri dan ramah bagi pejalan kaki.
Sejarah dan Transformasi Penghijauan Tabebuya di Purwokerto
Keindahan Bunga Tabebuya di Purwokerto merupakan hasil konsistensi program penghijauan kota yang telah dimulai sejak tahun 2018. Pada saat itu, Jalan Jenderal Soedirman mulai dihiasi oleh pepohonan ini dan sempat viral karena keindahannya yang dinilai mirip dengan Bunga Sakura di Jepang.
Sejarah penanaman ini bermula dari kawasan Pasar Wage, kemudian berlanjut ke titik-titik strategis lainnya seperti perempatan Srimaya atau Kebondalem, area Pendopo Wakil Bupati, hingga Stasiun Timur.
Keberhasilan penataan di pusat kota tersebut kemudian direplikasi ke wilayah lain, termasuk Jalan Gerilya hingga jalur pedestrian di koridor Jalan Pungkuran–Mruyung yang berada di kawasan Kota Lama Banyumas. Kini, keberadaan Tabebuya telah menjadi salah satu identitas visual yang melekat pada lanskap perkotaan di Kabupaten Banyumas.
Masa Berbunga dan Perbedaan Waktu Mekar
Secara umum, Bunga Tabebuya akan berbunga saat memasuki musim kemarau atau pada masa peralihan cuaca. Namun, waktu pemekaran dapat bervariasi di setiap lokasi tergantung pada kondisi mikroklimat setempat.
Tahun ini, Bunga Tabebuya yang ditanam oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sudagaran di Kawasan Kota Lama Banyumas terpantau bermekaran lebih awal pada April 2026 lalu. Sementara itu, untuk kawasan perkotaan seperti Menara Teratai Purwokerto, fenomena bunga mekar baru mulai muncul dan mencapai puncaknya pada awal bulan Mei.
Perbedaan waktu mekar ini memberikan kesempatan lebih lama bagi masyarakat Banyumas untuk menikmati estetika Bunga Tabebuya di berbagai lokasi secara bergantian.
Tips Menikmati Momen Mekar Bunga Tabebuya
Bagi Anda yang ingin menikmati fenomena mekar Bunga Tabebuya di kawasan Jalan Bung Karno, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
Pilih Waktu yang Tepat: Datanglah pada pagi hari sekitar pukul 06.30–08.00 WIB atau sore hari mulai pukul 16.00 WIB untuk mendapatkan pencahayaan alami terbaik (golden hour) bagi hasil foto Anda.
Eksplorasi Kawasan DA: Selain berfoto di bawah pohon, manfaatkan fasilitas publik di sekitarnya seperti jogging di Madhang Maning Park atau menikmati pemandangan air di Kolam Retensi.
Keamanan Berkendara: Gunakan fasilitas kantong parkir resmi di kawasan Menara Teratai. Hindari berhenti atau memarkir kendaraan di badan jalan utama karena dapat mengganggu arus lalu lintas Jalan Bung Karno.
Jaga Kebersihan dan Kelestarian: Tetap jaga kelestarian pohon dengan tidak memetik bunga dan pastikan tidak meninggalkan sampah di area pedestrian agar keasrian kota tetap terjaga.
Bukti Nyata Penataan Ruang Terbuka Hijau
Mekar sempurnanya Bunga Tabebuya di kawasan Menara Teratai menjadi bukti nyata bahwa penataan ruang terbuka hijau yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi estetika visual kota sekaligus menjadi sarana rekreasi yang terjangkau bagi masyarakat.
Kini, Purwokerto tidak hanya dikenal dengan kuliner mendoan dan keindahan Baturraden-nya saja, tetapi juga dengan pesona bunga tropisnya yang memukau.
