Tak Lagi Tergantung Cuaca, Petani Rumput Laut Brebes Nikmati Teknologi Pengering dari Undip

Adam Malik
3 Min Read
Inovasi unit pengering rumput laut Surya-Biomassa rancangan tim peneliti Universitas Diponegoro (Undip), proses pengeringan yang biasanya memakan waktu hingga 18 jam secara tradisional kini pangkas menjadi hanya 8 jam.(Foto: Humas Dinkominfotik Brebes)

MERCSUARNEWS.CO – Petani rumput laut di Desa Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, kini tak perlu lagi cemas menghadapi cuaca mendung saat mengeringkan hasil panen. Berkat inovasi unit pengering rumput laut Surya-Biomassa rancangan tim peneliti Universitas Diponegoro (Undip), proses pengeringan yang biasanya memakan waktu hingga 18 jam secara tradisional kini pangkas menjadi hanya 8 jam.

​Teknologi ramah lingkungan yang resmi beroperasi pada Rabu (16/9/2026) lalu ini memiliki kapasitas penampungan hingga 2.000 kilogram.

Menggabungkan energi surya sebagai sumber panas utama dan biomassa sebagai penunjang, alat ini bekerja dengan sistem adsorber zeolit untuk menurunkan kelembapan udara. Udara kering tersebut kemudian dialirkan secara merata ke ruang pengering tertutup menggunakan blower dan fan exhaust.

​Selain mempercepat durasi panen, penggunaan ruang tertutup ini menjaga kebersihan rumput laut dari kontaminasi debu jalanan serta kotoran hewan, sehingga mutu dan higienitas produk tetap terjaga.

​Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran teknologi ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung hilirisasi riset untuk masyarakat pesisir Pantura.

Program pengabdian ini terlaksana atas kolaborasi bersama Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, tim peneliti Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), serta mitra PT Mutiara Global Industry.

​”Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, kalau bisa kami berikan inovasi yang terbaik dan gratis. Bersama-sama kita dukung budidaya rumput laut di Brebes. Kami berharap apa yang dikembangkan Prof. Djaeni serta tim dari Undip dan Unwahas bisa menjadi substitusi produk impor serta memberikan nilai tambah yang tinggi,” ujar Prof. Suharnomo.

​Rektor Unwahas, Prof. Dr. H. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM., turut menambahkan bahwa sekecil apa pun inovasi riset, pemanfaatan langsung bagi masyarakat adalah prioritas utama.

​Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Brebes. Hadir mewakili Bupati Brebes, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ineke Tri Sulistyowaty, menyebut rumput laut sebagai komoditas unggulan daerah yang kerap terkendala kualitas akibat metode penjemuran tradisional.

​”Dengan unit pengering ini, kualitas produk olahan rumput laut diharapkan dapat meningkat drastis. Ke depannya, kami berharap program ini terus berlanjut melalui pendampingan dan pelatihan bagi petani serta pelaku UMKM lokal,” tutur Ineke.

​Rangkaian acara peresmian di Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Cahaya Mulia ini dilanjutkan dengan demonstrasi pengeringan langsung oleh tim Teknik Kimia Fakultas Teknik Undip. Selain itu, digelar pula kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) untuk mengedukasi masyarakat pesisir mengenai pemenuhan gizi keluarga serta pencegahan stunting.

Share This Article