Rabu Pon di Purbalingga: Nawal Yasin Dorong Gerakan Tanam Pohon untuk Cegah Banjir dan Longsor

Tahmid Musyafa
5 Min Read
Rabu Pon menjadi satu gerakan di Purbalingga untuk selamatkan lingkungan dan cegah banjir dan longsor. (dok. humas Purbalingga)

MERCUSUARNEWS.CO – Gerakan menanam pohon di Kabupaten Purbalingga diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana. Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin bersama Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mendorong masyarakat memperluas penghijauan, termasuk di kawasan yang rawan banjir dan longsor.

Gerakan tersebut dilakukan melalui program Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon) di Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja. Sebanyak 100 bibit pohon buah ditanam di sekitar lapangan desa bersama kader PKK dan masyarakat.

Rabu Pon Jadi Gerakan Penghijauan dan Mitigasi Bencana

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menilai program Rabu Pon relevan dengan kondisi wilayahnya yang sempat menghadapi bencana banjir dan tanah longsor pada awal 2026.

Menurut Fahmi, Desa Tlahab Kidul yang berada di kawasan dataran tinggi memiliki peran penting dalam menjaga daya serap air. Karena itu, penghijauan perlu terus diperluas.

“Desa Tlahab Kidul ini juga desa di dataran yang cukup tinggi, sehingga mempunyai peran penting dalam penyerapan air agar tidak terjadi banjir ataupun longsor. Dari itu perlu banyak penanaman pohon, penghijauan kembali,” kata Fahmi.

Ia berharap penanaman pohon tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk memperbaiki lingkungan dan memperkuat upaya mitigasi bencana.

Nawal: Tanam Pohon Tak Hanya di Pekarangan

Nawal Arafah Yasin mengatakan, program Rabu Pon tidak sebatas mengajak masyarakat menanam pohon di sekitar rumah. Titik-titik yang memiliki potensi kerawanan bencana juga perlu menjadi sasaran penghijauan.

“Tanam pohon sebenarnya tidak hanya ditujukan pada pekarangan rumah, tapi juga titik kerawanan bencana,” ujar Nawal.

Selain menjaga lingkungan, penanaman pohon dinilai dapat memberikan manfaat lain, seperti mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan lahan.

Program tersebut juga diarahkan untuk membantu memulihkan lingkungan di wilayah rawan bencana dan kawasan pesisir serta mengurangi dampak perubahan iklim.

Nawal menyebut Jawa Tengah memiliki sekitar 2,4 juta kader PKK. Jika setiap kader menanam satu pohon setiap bulan, gerakan tersebut secara teoritis dapat menghasilkan sekitar 28,8 juta pohon dalam setahun.

“Sehingga dari ini kita ikut serta bagaimana melestarikan lingkungan dengan program Rabu Pon ini,” katanya.

Posyandu Didorong Jadi Pusat Pelayanan Masyarakat

Kunjungan Nawal ke Purbalingga juga menyoroti transformasi Posyandu. Posyandu kini tidak lagi hanya diarahkan untuk memberikan layanan kesehatan, tetapi menjadi bagian dari pelayanan masyarakat yang lebih luas.

Di Desa Tlahab Kidul, Nawal meninjau pelayanan Posyandu Melati serta menyapa anak-anak TK Pertiwi 2 dan KB Tunas Harapan Bangsa. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan susu dan perlengkapan sekolah.

Pelayanan publik turut dibuka melalui layanan administrasi kependudukan, mulai dari perekaman dan penerbitan KTP-el, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, akta kelahiran hingga akta kematian. Masyarakat juga mendapatkan layanan pengobatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Nawal mengatakan Posyandu kini mengintegrasikan pelayanan berdasarkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

“Ini sangat bersentuhan dengan grassroots dan memang saya mengharapkan Posyandu ini tidak hanya pendataan saja,” tegasnya.

Bupati Fahmi berharap penguatan Posyandu dapat membuat pelayanan pemerintah semakin dekat dengan masyarakat, termasuk dalam menangkap berbagai persoalan dan aspirasi warga.

Baznas Jateng Dorong Zakat untuk Pemberdayaan

Kegiatan tersebut juga diisi penyaluran bantuan dari Baznas Jawa Tengah dan TP PKK Jawa Tengah. Bantuan berupa sembako dan pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) diberikan kepada warga.

Sementara Baznas Kabupaten Purbalingga memberikan bantuan indukan ayam untuk mendukung usaha ternak masyarakat.

Wakil Ketua Baznas Jawa Tengah Zain Yusuf mengatakan, pengelolaan zakat diarahkan tidak hanya untuk bantuan konsumtif, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program yang dikembangkan antara lain pelatihan budidaya ikan lele sistem bioflok, hidroponik, boga, serta penguatan usaha kecil melalui pemasaran digital.

“Tangan kanan kepala daerah adalah APBD, maka tangan kirinya adalah Baznas. Jika tidak bisa melalui APBD, bisa menggunakan Baznas,” kata Zain.

Bupati Fahmi mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Baznas, terlebih Desa Tlahab Kidul menjadi salah satu lokus penanganan kemiskinan ekstrem.

Melalui sinergi penghijauan, penguatan Posyandu, pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat, program tersebut diharapkan memberikan dampak langsung bagi warga sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dan sosial di Purbalingga.

Share This Article