MERCUSUARNEWS.CO – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan agar para kepala sekolah di wilayahnya tidak sekadar pandai memberikan arahan, melainkan wajib menjadi teladan nyata bagi para guru maupun peserta didik.
Pesan tersebut disampaikan Fahmi saat mengukuhkan sebanyak 135 kepala sekolah di Pendapa Dipokusumo, Purbalingga, Rabu (26/8/2026).
Para pejabat yang dilantik terdiri atas tiga kepala Taman Kanak-Kanak (TK), 108 kepala Sekolah Dasar (SD), dan 24 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ingatkan Tak Sekadar Omong Doang
Dalam arahannya, Fahmi menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam mencetak generasi muda Purbalingga yang berdaya saing menghadapi tantangan era globalisasi.
Ia mengingatkan agar para kepala sekolah tidak menerapkan prinsip jarkoni—akronim bahasa Jawa dari bisa ngajar ora bisa nglakoni (bisa mengajar tetapi tidak bisa menjalankan).
“Saya berharap bapak ibu kepala sekolah yang dikukuhkan hari ini bisa menjadi teladan, memberikan contoh yang baik di lingkungan sekolah,” ujar Fahmi.
“Jangan jarkoni, jangan cuma omdo (omong doang),” tegasnya.
Menurutnya, amanah sebagai pimpinan lembaga pendidikan harus dibuktikan melalui tindakan nyata dan pemberian contoh langsung, bukan sebatas instruksi verbal tanpa realisasi.
Tiga Titipan Penting Bupati
Fahmi meminta seluruh kepala sekolah yang baru dilantik untuk memberikan performa terbaik dan berkontribusi secara maksimal dalam menggenjot derajat pendidikan di Purbalingga.
Guna mencapai target tersebut, ia menitipkan tiga poin utama yang harus dipegang teguh:
1. Performa Terbaik: Menunjukkan hasil kinerja optimal bagi peningkatan mutu sekolah.
- Integritas: Menjaga kejujuran, kedisiplinan, sikap amanah, dan rasa tanggung jawab.
3. Loyalitas: Menjaga komitmen pengabdian dan kesetiaan kepada Kabupaten Purbalingga.
Fahmi memungkas arahannya dengan mendorong terciptanya kerja sama yang kolaboratif, baik di internal lingkungan sekolah maupun dengan berbagai pihak eksternal, demi mewujudkan generasi muda Purbalingga yang unggul.
