Geger! Pria di Kampung Laut Cilacap Naik Tower 75 Meter

Malik Ibrahim
4 Min Read
Seorang pria di Kampung Laut Cilacap panjat tower 75 mete (Basarnas).

MERCUSUARNEWS.CO – Warga Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, dibuat geger oleh aksi seorang pria yang nekat memanjat tower seluler setinggi sekitar 75 meter. Pria bernama Ahmad (30) itu bertahan di atas tower hingga akhirnya berhasil dibujuk turun oleh tim SAR gabungan.

Proses evakuasi Ahmad tidak dilakukan secara terburu-buru. Petugas memilih pendekatan persuasif untuk membangun komunikasi dan memastikan pria tersebut bersedia turun dengan aman.

Koordinator Tim SAR Gabungan, Supriyadi, mengatakan Ahmad diketahui naik ke tower sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan upaya penanganan di lokasi.

“Untuk proses evakuasinya sekitar setengah jam tadi, setelah kita lakukan mediasi komunikasi dengan pihak di atas, dengan mendatangkan orang tuanya, ibunya, kakaknya untuk membujuk dan akhirnya Saudara Ahmad berkenan untuk turun,” ujar Supriyadi.

Petugas Beri Makanan dan Rokok

Menurut Supriyadi, kondisi Ahmad membuat petugas harus mengedepankan komunikasi selama proses evakuasi. Tim berusaha menenangkan Ahmad agar lebih mudah diajak berbicara dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya.

Petugas kemudian memberikan rokok dan makanan kepada Ahmad. Cara tersebut dilakukan untuk membuatnya lebih tenang sembari petugas membangun komunikasi dari bawah tower.

“Setelah diberi rokok dan makanan, saudara Ahmad sudah tenang dan sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga,” jelas Supriyadi.

Setelah kondisi Ahmad mulai tenang, petugas kemudian melibatkan keluarga dalam proses pembujukan. Orang tua dan saudara Ahmad didatangkan ke lokasi untuk membantu membangun komunikasi dengan pria tersebut.

Pendekatan bersama keluarga akhirnya berhasil. Ahmad bersedia mengikuti arahan petugas dan turun dari tower.

Keluarga Ikut Membujuk dari Bawah

Supriyadi menjelaskan proses pembujukan dilakukan dengan melibatkan keluarga dan menggunakan pengeras suara atau toa. Petugas berusaha menjaga situasi tetap kondusif agar Ahmad tidak panik selama berada di ketinggian.

Setelah melalui proses mediasi, Ahmad akhirnya turun sekitar pukul 13.00 WIB. Ia berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan kemudian diserahkan kepada keluarganya.

“Alhamdulillah sekitar pukul 13.00 WIB, korban atas nama Ahmad dapat dibujuk untuk turun dengan menggunakan mediasi keluarga untuk membujuk menggunakan toa,” katanya.

Terkait alasan Ahmad memanjat tower, petugas belum mengetahui secara pasti. Namun berdasarkan informasi yang diterima tim SAR, Ahmad disebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Nah ini (penyebabnya) masih kurang tahu karena Saudara Ahmad adalah ODGJ ya, jadi mungkin karena mentalnya yang agak terganggu jadi punya pikiran sedikit,” ungkap Supriyadi.

Turun Selamat, Operasi SAR Ditutup

Petugas memilih cara persuasif dengan melibatkan keluarga untuk meminimalkan risiko selama proses evakuasi. Setelah Ahmad berhasil turun, dia langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tidak ada laporan Ahmad mengalami cedera dalam proses tersebut. Tim SAR gabungan yang berada di lokasi kemudian menyatakan operasi penanganan telah selesai.

“Akhrinya korban berhasil turun dengan selamat, selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk ditangani lebih lanjut. Dengan berhasilnya turun korban atas nama Ahmad, maka operasi SAR dinyatakan ditutup dan unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” pungkasnya.

Aksi Ahmad memanjat tower setinggi puluhan meter tersebut sempat mengundang perhatian warga. Berkat komunikasi dan pendekatan yang dilakukan petugas bersama keluarga, proses evakuasi dapat berlangsung tanpa tindakan paksa dan berakhir dengan Ahmad turun dalam kondisi selamat.

Share This Article