Cerita Warga Binaan Lapas Cilacap Kejar Ijazah dari Balik Jeruji

Malik Ibrahim
4 Min Read
Sejumlah WBP Lapas Cilacap saat mengikuti porgram kejar paket dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Cilacap. (Lapas Cilacap).

MERCUSUARNEWS.CO – Menjalani masa pidana bukan berarti warga binaan harus berhenti mengejar pendidikan. Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Cilacap kini kembali belajar untuk mendapatkan ijazah melalui program pendidikan kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C.

Lapas Cilacap menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap dalam pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi itu membuka kesempatan bagi warga binaan yang sebelumnya tidak menyelesaikan pendidikan formal.

Program ini memberikan ruang bagi warga binaan untuk melanjutkan pendidikan sesuai jenjang yang mereka butuhkan. Peserta dapat mengikuti pembelajaran hingga memenuhi persyaratan untuk memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan.

Kembali Duduk di Bangku Sekolah dari Dalam Lapas

Aktivitas belajar berlangsung di lingkungan Lapas Cilacap. Para warga binaan mengikuti pembelajaran dengan tertib dan antusias.

Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pidana. Pendidikan juga menjadi bagian dari persiapan sebelum mereka kembali ke keluarga dan masyarakat.

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Cilacap, Alian Nur Kundy, mengatakan pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk warga binaan.

“Banyak warga binaan yang harus berhenti sekolah karena berbagai persoalan hidup, lalu berakhir menjalani pidana. Melalui program ini kami ingin mengembalikan kesempatan yang sempat hilang. Masa pidana bukan penghalang untuk belajar dan memperbaiki masa depan,” kata Alian, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Alian, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dapat memperkuat proses pembinaan. Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga perlu mempersiapkan kemampuan yang dapat mereka gunakan setelah bebas.

Kejar Paket A, B, hingga C

Program pendidikan kesetaraan tersebut mencakup tiga jenjang. Warga binaan yang membutuhkan pendidikan setara sekolah dasar dapat mengikuti Paket A.

Sementara itu, Paket B memberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan setara SMP. Adapun Paket C ditujukan bagi warga binaan yang ingin memperoleh pendidikan setara SMA.

Lapas Cilacap berharap program tersebut dapat membantu warga binaan menyelesaikan pendidikan yang sempat tertunda. Ijazah juga dapat menjadi salah satu modal ketika mereka mencari pekerjaan atau melanjutkan pendidikan setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Cilacap, Gowim Mahali, mengatakan pihaknya terus mendorong pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan.

“Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat membangun kembali masa depan. Ketika mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa pengalaman hidup, tetapi juga ilmu pengetahuan, karakter yang lebih baik, dan ijazah yang bisa menjadi bekal untuk kembali diterima di masyarakat,” ujar Gowim.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial. Karena itu, Lapas Cilacap berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan diri selama menjalani masa pidana.

Bagi warga binaan yang pernah meninggalkan bangku sekolah, program ini menjadi kesempatan untuk kembali mengejar cita-cita. Mereka kini dapat belajar dari balik tembok lapas sembari mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.

Dari Paket A hingga Paket C, pendidikan membuka kesempatan baru bagi warga binaan untuk menyelesaikan jenjang sekolah yang sebelumnya tertunda. Bekal tersebut diharapkan membantu mereka memiliki lebih banyak pilihan saat kembali ke tengah masyarakat.

Share This Article