RSB Jepara Resmi Beroperasi, Taj Yasin Dorong Layanan Kesehatan untuk Warga Kurang Mampu

Malik Ibrahim
5 Min Read
Wagub Taj Yasin saat meresmikan RBS Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin, Balekambang, Jepara. (dok. Pemprov Jateng)

JEPARA – Akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Jawa Tengah kembali diperkuat dengan hadirnya Rumah Sehat Baznas (RSB Jepara). Fasilitas kesehatan yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin, Balekambang, Jepara, tersebut diresmikan pada Jumat (14/8/2026).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyambut positif kehadiran fasilitas kesehatan tersebut. Menurutnya, RSB Jepara tidak hanya berpotensi meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan pengelolaan zakat untuk kemaslahatan umat.

Taj Yasin memberikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atas kontribusinya dalam memperluas pelayanan kesehatan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Taj Yasin: RSB Harus Beri Dampak Kesehatan dan Perkuat Zakat

Taj Yasin berharap RSB Jepara dikelola secara profesional sehingga mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan yang didukung dana umat harus mampu menciptakan manfaat berlapis. Masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan, sementara pengelolaan zakat dapat terus berkembang dan kembali memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Harapannya, selain memberikan dampak kesehatan dan kebermanfaatan di tengah masyarakat, jika dikelola dengan baik dan berkembang, keberadaan RSB ini juga akan menguatkan zakat untuk kemaslahatan umat,” kata Taj Yasin.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan Baznas menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan.

RSB Jepara Jadi Fasilitas Kesehatan Baznas ke-35 di Indonesia

Peresmian RSB Jepara menambah jaringan fasilitas kesehatan Baznas di Indonesia. Rumah Sehat Baznas Jepara tercatat sebagai RSB ke-35 yang dibangun Baznas di seluruh Indonesia. Di Jawa Tengah, RSB Jepara menjadi fasilitas kesehatan Baznas yang kelima.

Sebelumnya, RSB telah hadir di empat daerah di Jawa Tengah, yakni Kendal, Sragen, Brebes, dan Karanganyar. Kehadiran jaringan RSB tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama kelompok yang memiliki keterbatasan dalam memperoleh layanan kesehatan.

Baznas Siapkan Layanan untuk Pasien Umum hingga Penerima Kartu Sehat

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan pembangunan RSB Jepara merupakan bentuk komitmen Baznas untuk mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

RSB Jepara dirancang agar dapat melayani berbagai kelompok masyarakat. Selain pasien umum, fasilitas tersebut juga diarahkan untuk melayani peserta BPJS Kesehatan serta masyarakat kurang mampu yang menjadi penerima manfaat Kartu Sehat Baznas.

“Kami akan terus mengembangkan RSB di berbagai wilayah untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pemerintah di bidang kesehatan. Di sini, semangat yang kita kembangkan adalah pengelolaan profesional berbasis kolaborasi dan pemberdayaan SDM lokal, termasuk para santri,” ujarnya.

Menariknya, pengelolaan RSB Jepara juga melibatkan sumber daya manusia dari lingkungan pesantren. Bahkan, sejumlah dokter yang bertugas disebut merupakan santri yang juga penghafal Al-Qur’an.

“Bahkan, beberapa dokter di sini merupakan santri penghafal Al-Qur’an,” katanya.

Wagub Taj Yasin dorong RSB Jepara buka akses layanan untuk masyarakat kurang mampu
Wagub Taj Yasin dorong RSB Jepara buka akses layanan untuk masyarakat kurang mampu. (dok. Pemprov)

RSB Jepara Didorong Segera Terintegrasi Penuh dengan BPJS

Baznas saat ini mempercepat proses pemenuhan standar kualifikasi agar RSB Jepara dapat segera terintegrasi secara penuh dengan layanan BPJS Kesehatan. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat peserta BPJS dapat memperoleh manfaat layanan kesehatan secara lebih maksimal.

“Kami dorong pengelolaannya agar lebih cepat memenuhi standar BPJS sehingga bisa maksimal melayani pemegang kartu BPJS. Selain itu, bagi warga yang tidak tercover BPJS, Baznas menyiapkan dukungan Kartu Sehat,” kata Sodik.

Dengan skema tersebut, RSB Jepara diharapkan mampu menjadi fasilitas kesehatan yang inklusif dan dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.

Fokus Perluasan Layanan ke Daerah dengan Kemiskinan Ekstrem

Selain mengembangkan jaringan Rumah Sehat Baznas, Baznas RI juga tengah menyusun strategi untuk memperkuat intervensi kesehatan di daerah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem.

Sodik mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) untuk mengarahkan program kesehatan ke kabupaten dan kota yang masih memiliki tingkat kemiskinan ekstrem.

Langkah tersebut diharapkan membuat program pelayanan kesehatan berbasis dana zakat semakin tepat sasaran.

Kehadiran RSB Jepara di lingkungan pesantren menjadi contoh bagaimana fasilitas kesehatan dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara lembaga pengelola zakat, pemerintah, pesantren, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Bagi Jawa Tengah, bertambahnya RSB menjadi lima unit juga memperluas pilihan akses layanan kesehatan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Dengan pengelolaan profesional, dukungan tenaga kesehatan, integrasi BPJS, serta skema Kartu Sehat Baznas, RSB Jepara diharapkan tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem kesehatan dan pemberdayaan dana umat yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Share This Article