Dorong Pariwisata Jadi Sektor Unggulan, Plt Bupati Pemalang Sebut Potensi Daerah Mirip Bali

Akmil Musyafa
3 Min Read
Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes membuka kegiatan Capacity Building for Tourism Awareness bertema “Sumber Daya Tangguh, Pariwisata Tumbuh” di Pendopo Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) (dok. Prokompim Setda Pemalang)

​MERCUSUARNEWS.CO – Pemerintah Kabupaten Pemalang terus memacu pengembangan sektor pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Langkah ini ditempuh melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, pengoptimalan potensi lokal, serta pembentukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

​Komitmen tersebut ditegaskan oleh Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, saat membuka kegiatan Capacity Building for Tourism Awareness bertema “Sumber Daya Tangguh, Pariwisata Tumbuh” di Pendopo Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pemalang.

​Dalam arahannya, Nurkholes menilai Pemalang menyimpan kekayaan alam, seni, dan budaya yang sangat melimpah. Menurutnya, karakteristik lanskap Pemalang tidak kalah menawan jika dibandingkan dengan destinasi wisata kawakan.

​“Pemalang ini potensi alamnya luar biasa, potensi seniman dan budayanya juga luar biasa. Kalau saya membandingkan, Pemalang itu hampir seperti Bali. Ada pantai, ada gunung, ada sungai besar yang keindahannya luar biasa,” kata Nurkholes.

​Keseriusan membangun daerah ini pula yang melandasi keputusannya pensiun dini dari status ASN pada 2022 lalu untuk terjun ke dunia politik. Ia merancang dorongan integratif, salah satunya melalui gelaran karsa seni dan budaya yang bakal disinergikan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pemalang.

​Penciptaan Magnet Wisata dan Efek Ekonomi

​Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Dwi Marten Yono, menekankan pentingnya memanfaatkan keunggulan aksesibilitas yang dimiliki Pemalang.

​Ia mencermati keberadaan jalur tol yang dilintasi jutaan kendaraan setiap harinya. Tanpa adanya daya tarik pemikat, potensi ekonomi dari para pengguna jalan tol tersebut dinilai akan terlewat begitu saja.

​“Bagaimana kalau akses Pemalang luar biasa, tinggal bagaimana nanti Pak Plt Bupati dengan tim ini membuat magnet-magnet baru sehingga orang terpaksa keluar exit tol Pemalang dan akhirnya belanja. Minimal makan siang, grombyang,” papar Dwi.

​Penguatan Amenitas dan Belajar dari Banyuwangi

​Dwi menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak hanya ditopang oleh atraksi semata, melainkan harus diimbangi dengan kesiapan amenitas seperti hotel, restoran, dan fasilitas penunjang yang memadai. Ia mendorong Pemalang untuk membangun ekosistem pariwisata secara konsisten dan terintegrasi, sebagaimana keberhasilan yang diraih Kabupaten Banyuwangi.

​Menurut Dwi, penguatan pariwisata membutuhkan kerja sama tim yang solid antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, hingga Pokdarwis.

​“Setelah efisiensi ini harus ‘kere aktif’. Kreativitas itu tidak cukup, harus naik level sekarang,” pungkasnya.

Share This Article