Obat Nyamuk Bakar Picu Kebakaran Rumah Warga Tritih Kulon, Kerugian Capai Rp 100 Juta

Malik Ibrahim
3 Min Read

MERCUSUARNEWS.CO – Kebakaran menghanguskan sebagian rumah milik Sairah (60), warga Jalan Nusantara RT 04/RW 02, Kelurahan Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap. Kebakaran terjadi setelah obat nyamuk bakar yang dinyalakan korban diduga merembet ke kain di dekatnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp 100 juta.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan kebakaran bermula ketika Sairah menyalakan obat nyamuk bakar karena terganggu oleh banyaknya nyamuk di dalam kamar.

“Awalnya Ibu Sairah sedang beristirahat di kamar. Karena banyak nyamuk, beliau menyalakan obat nyamuk bakar. Tanpa disadari, api dari obat nyamuk tersebut merembet ke kain yang berada di dekatnya,” kata Gatot.

Api Membesar Saat Pemilik Rumah Berada di Luar

Gatot menjelaskan, saat api mulai muncul, Sairah justru sedang berada di luar rumah. Sementara itu, anak korban yang berada di dalam rumah mencium aroma benda terbakar.

Api kemudian diketahui sudah merambat dari area kamar menuju bagian rumah lainnya. Anak korban yang panik langsung keluar dan meminta bantuan kepada warga sekitar.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Karena api mulai membesar, warga lainnya segera menghubungi Pos Damkar Cilacap.

“Laporan diterima sekitar pukul 18.10 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 18.20 WIB dengan membawa perlengkapan dan alat pelindung diri lengkap,” jelasnya.

Damkar Habiskan 4 Ribu Liter Air

Setibanya di lokasi, petugas Damkar Cilacap langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali.

“Setelah pemadaman, kami melakukan pendinginan, overhaul dan pendataan untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” ujar Gatot.

Dalam proses pemadaman dan pendinginan tersebut, petugas dilaporkan menghabiskan sekitar 4.000 liter air.

Selain petugas Damkar Cilacap, proses penanganan juga melibatkan sejumlah relawan pemadam kebakaran serta unsur lainnya, termasuk SBI Cilacap.

Tidak Ada Korban Jiwa

Gatot memastikan tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia akibat kebakaran tersebut. Penanganan di lokasi berjalan aman dan terkendali hingga api dinyatakan padam.

“Korban luka nihil dan korban meninggal dunia juga nihil. Setelah dilakukan pemadaman, pendinginan, overhaul dan pendataan, kondisi di lokasi sudah aman terkendali,” ungkapnya.

Dari hasil pendataan sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang kemudian membakar kain di sekitarnya.

Petugas Damkar mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan obat nyamuk bakar yang masih menyala, terutama ketika berada di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kain, kertas, kasur, tirai maupun perabot rumah tangga.

Kebakaran yang dipicu benda sederhana seperti obat nyamuk bakar dinilai tetap perlu diwaspadai karena api kecil dapat dengan cepat membesar apabila mengenai material yang mudah terbakar.

Share This Article