3 Potensi Wisata Cilacap Butuh Pembenahan Serius

Redaksi
4 Min Read
Waduk Kubangkangkung di Kecamatan Kawunganten kini sepi pengunkung. (Foto: visitjawatengah.jatengprov.go.id)

MERCUSUARNEWS.CO — Sektor pariwisata di Kabupaten Cilacap menyimpan potensi besar yang belum tergarap secara maksimal. Di balik kepopuleran sejumlah ikon wisata utama, terdapat beberapa objek wisata yang kini kondisinya memprihatinkan, sepi pengunjung, serta kurang terkelola dengan baik. Padahal, melalui penataan dan pembenahan secara serius, destinasi-destinasi tersebut berpeluang bangkit kembali menjadi magnet wisata baru bagi daerah.

​Salah satu objek wisata yang membutuhkan penanganan mendesak adalah Waduk Kubangkangkung. Kawasan ini sebelumnya dikenal sebagai pusat rekreasi air dan destinasi favorit bagi kegiatan rekreasi keluarga, rombongan sekolah, maupun komunitas lokal. Pemandangan perbukitan dan suasana yang tenang menjadi daya tarik utamanya.

​Namun, kondisi Waduk Kubangkangkung saat ini tampak tidak terurus. Berbagai fasilitas umum mengalami kerusakan, area sekitar tidak terawat, dan tidak ada program pemeliharaan rutin yang memadai. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan.

​Padahal, Waduk Kubangkangkung memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata, wisata edukasi air, dan rekreasi berbasis alam. Langkah awal yang mendesak mencakup pembersihan area, perbaikan fasilitas dasar, serta pengelolaan lingkungan. Pemerintah daerah diharapkan dapat menghidupkan kembali fungsi objek wisata ini dengan melibatkan masyarakat sekitar melalui pengelolaan berbasis komunitas.

​Kondisi serupa dialami Taman Wisata Pesona Serayu Kesugihan Kidul. Kawasan wisata ini memiliki keunggulan geografis yang khas karena membentang di bantaran Sungai Serayu. Konsep wisata sungai ini dinilai sangat potensial untuk ruang publik terbuka dan tempat rekreasi keluarga.

​Meski demikian, fasilitas di lokasi wisata tersebut saat ini membutuhkan perbaikan dan peningkatan kualitas secara menyeluruh. Sarana pendukung seperti tempat duduk, area bermain anak, dan fasilitas umum lainnya sudah tidak berfungsi optimal. Kurangnya inovasi dan pemeliharaan membuat daya tarik kawasan ini memudar, yang diduga berawal dari adanya perubahan pengelola kawasan.

​Penataan ulang, peningkatan kualitas fasilitas, penyesuaian konsep wisata yang modern dan ramah keluarga, serta promosi digital yang konsisten dinilai mampu mengembalikan kejayaan kawasan ini. Langkah tersebut juga berpotensi menarik perhatian wisatawan umum maupun para pembuat konten digital.

​Persoalan yang tak kalah kompleks dihadapi Pantai Sodong. Meskipun dikenal memiliki panorama alam yang indah dan suasana yang relatif tenang, pantai ini dibayangi sejumlah masalah krusial. Keluhan utama pengunjung bersumber dari kondisi lingkungan yang kotor akibat sampah berserakan, minimnya tempat sampah, serta kurangnya kesadaran pengelolaan lingkungan.

Selain itu, area tempat berjualan para pedagang belum tertata rapi sehingga mengurangi estetika dan kenyamanan.

​Ancaman fisik juga melanda Pantai Sodong berupa abrasi air laut yang parah akibat ketiadaan pemecah ombak atau cekdam. Dampaknya, garis pantai terus tergerus dan menyebabkan sejumlah goa alami di tepian bukit—yang sebelumnya menjadi lokasi favorit berfoto pengunjung—kini lenyap diterjang gelombang.

​Selain masalah fisik, citra Pantai Sodong tercoreng oleh maraknya keluhan di media sosial terkait dugaan praktik pungutan liar terhadap pengunjung. Masalah ini memerlukan penanganan dan penegakan hukum secara tegas dari pihak berwenang guna menjaga citra pariwisata daerah.

​Berbagai persoalan di ketiga destinasi tersebut menegaskan bahwa tantangan utama pariwisata di Kabupaten Cilacap terletak pada aspek pengelolaan dan pengawasan. Pemerintah daerah memegang peranan kunci dalam pemeliharaan, peningkatan fasilitas, penataan kawasan, serta penegakan aturan secara konsisten. Di sisi lain, masyarakat sekitar dan pelaku usaha lokal dituntut menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan keramahan lingkungan.

​Melalui pembenahan yang terencana dan berkelanjutan, Waduk Kubangkangkung, Taman Wisata Pesona Serayu Kesugihan Kidul, serta Pantai Sodong diyakini mampu bangkit dari keterpurukan. Mengikuti tren wisata berbasis alam dan rekreasi alternatif, ketiga destinasi tersebut berpotensi besar menjadi primadona baru yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal Cilacap.

Share This Article