Kebakaran Kandang di Jeruklegi Cilacap, 2 Ekor Kambing Mati Terpanggang

Malik Ibrahim
3 Min Read

CILACAP, MERCUSUARNEWS.CO – Kandang kambing milik warga di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, terbakar siang tadi. Dua ekor kambing yang berada di dalam kandang ikut terbakar hingga mati.

Kebakaran terjadi di Jalan Flamboyan, Dusun Plered, Desa Tritih Lor, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 14.35 WIB. Api diduga berasal dari pawon yang masih menyala dan kemudian merembet ke kandang.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap Gatot Arief Widodo mengatakan kebakaran diketahui oleh warga. Saat melihat kejadian, api sudah dalam kondisi membesar.

“Bapak Sumarjo melihat api sudah besar di lokasi kejadian. Saat itu ada dua kambing yang terbakar di dalam kandang,” ujarnya

Pawon Dekat Kandang

Gatot menjelaskan saat kebakaran terjadi, rumah dalam kondisi kosong. Pemilik rumah, Sumirah (52), sedang pergi. Sementara Hasan yang merupakan pemilik kambing sedang berada di Kroya.

Menurutnya, posisi pawon yang berdekatan dengan kandang menjadi salah satu faktor api cepat merembet. Di sekitar lokasi juga terdapat kayu dan sampah kering yang mudah terbakar.

“Kebakaran diduga akibat pawon yang masih menyala. Ada percikan api yang disertai angin sehingga merembet ke kandang. Posisi pawon memang dekat dengan kandang, ditambah ada kayu dan sampah kering,” ujarnya.

Warga kemudian menghubungi Pos Damkar Cilacap. Petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan.

Tim damkar tiba dan segera melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan overhaul untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih tersisa.

Dua Kambing Mati, Kerugian Rp 15 Juta

Sebanyak 3.000 liter air digunakan dalam proses pemadaman. Dua ekor kambing yang berada di dalam kandang tidak berhasil diselamatkan dan ditemukan dalam kondisi mati.

“Untuk korban manusia nihil. Tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia. Dua ekor kambing yang berada di dalam kandang tidak berhasil diselamatkan,” jelasnya.

Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 15 juta. Petugas kemudian melakukan pendataan setelah memastikan kondisi lokasi aman.

Gatot mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan sumber api di rumah, khususnya pawon yang berada dekat dengan material mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan sumber api benar-benar sudah padam sebelum meninggalkan rumah. Jangan menempatkan pawon berdekatan dengan material yang mudah terbakar,” pungkasnya.

Share This Article