Gedung Tua Hogwa Ambruk Timpa Rumah Warga di Bumiayu Brebes, 3 Orang Tewas

Malik Ibrahim
4 Min Read

MERCUSUAR.CO – Gedung tua Hogwa di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tiba-tiba ambruk dan menimpa sejumlah rumah warga. Tiga orang ditemukan meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Reruntuhan bangunan tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga menimpa tiga rumah warga yang berada di sekitar lokasi.

Ketiga rumah tersebut diketahui milik Sariman (42), Narto (46), dan Imam (38). Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih tertimbun material bangunan.

Dua Anak Ditemukan Meninggal

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Unit Siaga SAR Brebes dari BPBD Brebes pada pukul 09.23 WIB. Tim rescue kemudian diberangkatkan pada pukul 09.30 WIB atau sekitar tujuh menit setelah laporan diterima.

Tim menempuh perjalanan sekitar 67,8 kilometer dan tiba di lokasi pada pukul 10.59 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan assessment serta berkoordinasi dengan BPBD Brebes dan unsur terkait lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap M Abdullah mengatakan tim SAR langsung bergerak untuk mencari dan mengevakuasi korban yang diduga masih tertimpa material bangunan.

“Setelah menerima informasi kejadian, satu tim rescue Unit Siaga SAR Brebes langsung diberangkatkan menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tim melaksanakan assessment dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pencarian serta proses evakuasi terhadap korban yang diduga masih tertimpa material bangunan,” ujar M Abdullah.

Dalam proses pencarian, dua korban yang merupakan anak Sariman ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya yakni Kinarian Yusfina (8) dan Kinara Nafasya Jeslyn (4).

Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bumiayu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Korban Ketiga Ditemukan Tertimbun Reruntuhan

Setelah dua korban ditemukan, proses pencarian masih dilanjutkan. Berdasarkan informasi di lokasi, diduga masih ada warga lain yang tertimpa material bangunan.

BPBD Brebes Pos Bumiayu kemudian meminta bantuan personel Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Brebes.

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran sekaligus membuka akses di antara material reruntuhan. Petugas menggunakan peralatan pendukung untuk mencari kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada pukul 13.40 WIB, tim menemukan korban bernama Kajat (83) dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian dan selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Bumiayu untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya Kajat, total korban meninggal dunia akibat runtuhnya Gedung Hogwa menjadi tiga orang. Mereka adalah Kinarian Yusfina (8), Kinara Nafasya Jeslyn (4), dan Kajat (83).

Ketiganya merupakan warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Operasi SAR Ditutup

Dalam proses penanganan, Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya satu unit Rescue Car Compartment, satu unit excavator PUPR Brebes, satu set peralatan ekstrikasi, satu set alat medis, serta tiga set alat komunikasi.

Kondisi cuaca selama proses pencarian dan evakuasi berlangsung terpantau berawan.

Setelah korban terakhir ditemukan, Tim SAR gabungan melanjutkan proses pengecekan untuk memastikan tidak ada lagi warga yang masih tertimbun atau dilaporkan hilang.

Pada pukul 15.30 WIB, seluruh rangkaian pencarian dan evakuasi dinyatakan selesai. Tim kemudian melakukan debriefing.

Karena seluruh korban yang dilaporkan telah ditemukan dan tidak ada lagi laporan korban dalam pencarian, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Seluruh personel dan unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

“With telah ditemukannya korban terakhir dan seluruh proses pencarian serta evakuasi selesai dilaksanakan, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, relawan, serta masyarakat yang telah membantu selama proses penanganan,” pungkasnya.

Share This Article