MERCUSUARNEWS.CO — Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif resmi melepas 146 atlet Kabupaten Purbalingga untuk bertanding dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga menyiapkan alokasi bonus sebesar Rp50 juta bagi atlet dan pelatih yang berhasil menyumbang medali. Pelepasan kontingen tersebut digelar di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Sadono, menyampaikan bahwa pemberian bonus tersebut ditujukan untuk memacu spirit juang seluruh kontingen di tingkat provinsi.
”Saya berharap ini bisa memotivasi adik-adik atlet atau pelatih untuk menunjukkan prestasi terbaiknya di ajang POPDA Provinsi Jawa Tengah,” ujar Sadono.
Selain bonus medali, Pemkab Purbalingga menanggung seluruh kebutuhan operasional kontingen selama kejuaraan. Fasilitas yang diberikan meliputi uang saku dan transportasi, akomodasi penginapan, seragam kaos dan jaket, hingga perlindungan asuransi bagi para atlet.
Gelaran POPDA Jateng 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1–6 September 2026 dengan pusat pertandingan di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.
Kontingen Purbalingga menerjunkan total 146 atlet dan 41 pelatih/ofisial yang berasal dari 58 sekolah. Mereka akan berlaga di 16 cabang olahraga, yakni atletik, taekwondo, bola voli pasir, tenis lapangan, bulutangkis, tenis meja, karate, menembak, panahan, judo, panjat tebing, tinju, pencak silat, balap sepeda, renang, dan wushu.
Para atlet yang diberangkatkan merupakan perwakilan dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Pemkab Purbalingga mematok target kenaikan peringkat di seluruh jenjang pendidikan:
- Jenjang SD/MI: Target 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu (memperbaiki posisi dari peringkat 22 ke 20 besar).
- Jenjang SMP/MTs: Target 5 emas, 4 perak, dan 4 perunggu (menembus peringkat 10 besar).
- Jenjang SMA/SMK/MA: Target 7 emas, 6 perak, dan 5 perunggu (mengamankan peringkat 15 besar).
Menanggapi target tersebut, Bupati Fahmi Muhammad Hanif mengimbau para atlet agar tidak menjadikannya sebagai tekanan psikologis di arena pertandingan.
”Target ini adalah penyemangat, jangan sampai menjadi beban yang lantas menjadikan kalian tidak leluasa dalam berjuang,” tegas Fahmi.
Fahmi mengingatkan bahwa seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Purbalingga berdiri penuh memberikan dukungan moral kepada kontingen yang bertanding.
”Kalian tidak berjuang sendiri. Kami dan seluruh masyarakat Purbalingga senantiasa mendukung dan mendoakan keberhasilan kalian. Selamat berjuang, tetap jaga kekompakan, jaga semangat dan kesehatan, serta pastikan selalu junjung tinggi sportivitas,” katanya.
