MERCUSUARNEWS.CO — Pemerintah resmi meluncurkan program SMK Go Global untuk menyiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menembus pasar kerja internasional. Bertarget mencetak 500.000 tenaga kerja terampil, kick-off nasional yang diinisiasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) ini digelar secara serentak, dengan pusat kegiatan Jawa Tengah bertempat di UPTD BLK Cilacap, Rabu (26/8/2026).
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap, Farid Rijanto, menyampaikan bahwa Cilacap mendapatkan jatah alokasi peserta yang terbagi dalam dua gelombang.
”Cilacap mendapat kuota masing-masing 60 orang untuk Batch 1 dan Batch 2. Sekitar 50 persen dari total peserta merupakan lulusan SMK,” ujar Farid dalam keterangan resminya, Kamis (27/8/2026).
Farid menegaskan, program ini tidak sekadar memberikan pelatihan vokasi, tetapi langsung mengoneksikan peserta dengan penempatan kerja luar negeri secara legal dan terawasi. Penempatan dilakukan melalui kemitraan bersama tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), yakni PT Timuraya Jaya Lestari, PT Antobintan Permai, dan PT Fajar Fahad Mustika.
Sektor Caregiver dan Hospitality Jadi Andalan
Di tingkat provinsi, Jawa Tengah memperoleh total alokasi 6.800 peserta dalam program peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia (CPMI) hingga Desember 2026.
Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah, Dewi Ariani, menjelaskan bahwa tahap awal pelatihan difokuskan pada sektor yang paling tinggi permintaannya di pasar global.
”Untuk kick-off tahap pertama ini, sebanyak 60 peserta langsung mengikuti pelatihan dan sertifikasi caregiver. Sektor caregiver dan hospitality menjadi bidang yang paling banyak diminati serta memiliki peluang penempatan paling besar,” jelas Dewi.
Untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pekerja, ekosistem program ini dilengkapi dengan jaminan perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta dukungan skema pembiayaan penempatan dari lembaga perbankan.
Proyeksi 460 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri
Secara nasional, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI, Mukhtarudin, menegaskan bahwa SMK Go Global dirancang untuk mentransformasi profil pekerja migran Indonesia dari pekerja berkeahlian rendah (low-skilled) menjadi tenaga kerja terampil hingga profesional.
Pemerintah memproyeksikan tersedianya 460.000 peluang kerja di luar negeri sepanjang periode 2027–2029, dengan rincian:
- Tahun 2027: 140.000 peluang kerja
- -Tahun 2028: 180.000 peluang kerja
- Tahun 2029: 140.000 peluang kerja
Potensi pasar yang masif tersebut menjadi fondasi utama pemerintah dalam memacu kompetensi lulusan SMK agar mampu bersaing di tingkat global secara aman, prosedural, dan bermartabat.
