MERCUSUARNEWS.CO – Kabupaten Pati berpotensi mendapat suntikan investasi sekitar Rp12,6 triliun pada 2027. Delapan perusahaan menyatakan komitmen penanaman modal melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dalam Pati Business Forum 2026 di Pendopo Kabupaten Pati.
Investasi tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari pengolahan sampah menjadi energi, pembangkit listrik tenaga surya, pelabuhan dan perikanan, tekstil, penerangan jalan, hingga industri barang berbahan kulit.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan komitmen tersebut menunjukkan peluang investasi di Pati masih terbuka luas.
“Total LoI yang akan kami tanda tangani dengan delapan perusahaan sekitar Rp12,6 triliun. Investasi tetap mengalir dan luar biasa di Kabupaten Pati,” kata Chandra.
Investasi Terbesar Pati untuk Pengolahan Sampah
Salah satu investasi terbesar diarahkan untuk mengatasi persoalan sampah. Kabupaten Pati disebut menghasilkan timbulan sampah sekitar 697 ton per hari.
Rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik menjadi salah satu investasi dengan nilai terbesar, yakni sekitar Rp5,2 triliun, yang disiapkan PT Sinergi Enviro Solution dan PT Sichuan Energy Development.
Selain itu, investasi pembangkit listrik tenaga surya dari PT Synergy Infra Hijau dan PT Sichuan Energy Development Group mencapai sekitar Rp2,7 triliun.
Sektor energi juga mendapat perhatian melalui rencana investasi PT Sino Textile Group senilai sekitar Rp3 triliun.
Sektor Perikanan Pati Dilirik Investor
Investasi lainnya datang dari PT Lensa Patria Energi dengan nilai sekitar Rp1,45 triliun untuk pengembangan pelabuhan dan perikanan, termasuk cold storage serta industri pengolahan ikan.
Chandra mengatakan sektor perikanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena Pati memiliki banyak armada penangkapan ikan.
“Pati punya potensi perikanan yang sangat besar. Ini potensi yang bisa dikembangkan investor,” ujarnya.
Sementara itu, komitmen investasi lain mencakup sektor penerangan jalan sekitar Rp140 miliar, industri dari kulit sekitar Rp28 miliar, serta investasi dari sejumlah perusahaan lainnya dengan nilai puluhan miliar rupiah.
Investasi Pati Ditargetkan Buka Lapangan Kerja
Pemkab Pati berharap masuknya investasi baru ikut memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Chandra menyebut berdasarkan peninjauan ke sejumlah perusahaan penanaman modal asing (PMA), proporsi tenaga kerja lokal di sejumlah perusahaan mencapai sekitar 90 persen.
“Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja perempuan. Laki-laki pun pastinya terserap untuk lapangan pekerjaan pada 2027,” katanya.
Untuk mempercepat realisasi investasi, Pemkab Pati menyiapkan dukungan melalui Mal Pelayanan Publik dan Satgas Percepatan Investasi.
Pemerintah daerah juga menyatakan siap mengawal proses perizinan dan membantu investor menyelesaikan kendala yang muncul selama proses investasi.
Pati Siapkan Kawasan Industri dan Investasi Energi
Selain delapan perusahaan yang telah menyatakan LoI, Pemkab Pati masih membuka peluang investasi baru. Chandra menyebut potensi kawasan industri di sejumlah wilayah Pati mencapai sekitar 5.600 hektare.
Peluang investasi juga diarahkan pada sektor berbasis potensi lokal, seperti industri garam, pengolahan hasil pertanian, serta energi terbarukan berbasis jagung dan ketela.
Menurut Chandra, pengembangan industri tersebut dapat memperkuat rantai nilai komoditas sekaligus mendukung sektor pangan dan energi.
“Kami membutuhkan industri-industri yang bisa tumbuh di Kabupaten Pati. Salah satunya industri garam, termasuk industri yang mendukung kemandirian energi seperti bioetanol,” ungkapnya.
Pati Business Forum 2026 mempertemukan Pemkab Pati dengan investor, perbankan, asosiasi dunia usaha, serta pelaku usaha dalam dan luar negeri. Forum tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dan mempercepat masuknya investasi ke Kabupaten Pati.
