Stasiun Kroya Jadi Simpul KA Selatan Jawa, Layani 93 Ribu Penumpang per Bulan, Berdiri Sejak 1887

Malik Ibrahim
4 Min Read
Stasiun Kroya di Kabupaten Cilacap menjadi salah satu simpul perjalanan kereta api di wilayah selatan Jawa. (Dok. Daop 5)

MERCUSUARNEWS.CO – Stasiun Kroya di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, punya peran penting dalam jaringan kereta api di wilayah selatan Pulau Jawa. Selain menjadi titik pertemuan perjalanan dari sejumlah kota, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api dari stasiun ini terus meningkat.

Stasiun Kroya berada di Desa Bajing, Kecamatan Kroya. Lokasinya membuat stasiun tersebut menjadi salah satu titik strategis perjalanan kereta api dari berbagai arah.

Dari Kroya, perjalanan kereta api terhubung menuju Bandung di sebelah barat. Sementara ke arah timur, jalur kereta menghubungkan Kroya dengan Yogyakarta hingga Banyuwangi. Jalur lainnya mengarah ke Purwokerto dan Jakarta.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan posisi strategis tersebut membuat Stasiun Kroya memiliki peran besar dalam mobilitas masyarakat.

“Setiap harinya terdapat sekitar 95 perjalanan kereta api yang melayani penumpang di Stasiun Kroya. Pilihan kelasnya juga beragam, mulai ekonomi dan eksekutif hingga layanan Luxury, Panoramic, dan Suite Class Compartment,” kata As’ad, Senin (21/9/2026).

Pelanggan Stasiun Kroya Tembus 93 Ribu per Bulan

Data KAI Daop 5 Purwokerto mencatat peningkatan jumlah pelanggan Stasiun Kroya dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang Januari-Agustus 2026, rata-rata pelanggan mencapai 93.159 orang setiap bulan.

Angka tersebut terdiri atas 46.804 pelanggan yang berangkat dari Stasiun Kroya dan 46.356 pelanggan yang tiba di stasiun tersebut.

Jika dibandingkan dengan rata-rata bulanan pada 2023, pertumbuhannya cukup signifikan. Saat itu, Stasiun Kroya melayani rata-rata 62.318 pelanggan setiap bulan.

Artinya, jumlah pelanggan pada Januari-Agustus 2026 meningkat sekitar 49 persen dibandingkan rata-rata bulanan pada 2023.

Tren pertumbuhan juga terlihat pada 2024 dan 2025. Pada 2024, rata-rata pelanggan mencapai 74.961 orang per bulan. Angka itu kemudian naik menjadi 83.290 pelanggan per bulan pada 2025.

Menurut As’ad, peningkatan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus tumbuh.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan bahwa Stasiun Kroya memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. KAI terus berupaya memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan semakin mudah diakses oleh pelanggan,” ujarnya.

Sudah Layani Perjalanan Kereta Sejak 1887

Di balik aktivitasnya yang semakin ramai, Stasiun Kroya memiliki sejarah panjang. Stasiun yang berada sekitar 11 meter di atas permukaan laut itu mulai beroperasi pada 20 Juli 1887.

Artinya, Stasiun Kroya telah melayani perjalanan kereta api selama lebih dari satu abad. Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, KAI terus melengkapi fasilitas di stasiun tersebut.

Sejumlah fasilitas tersedia untuk menunjang kenyamanan pelanggan. Di antaranya akses Wi-Fi, fasilitas pengisian ulang air minum gratis, serta toilet yang bersih dan nyaman.

Aktivitas di Stasiun Kroya juga tidak hanya berkaitan dengan perjalanan penumpang. Kehadiran stasiun ikut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di kawasan sekitarnya.

Aktivitas Stasiun Ikut Gerakkan Ekonomi Warga

Tingginya mobilitas penumpang memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya.

Berbagai usaha hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang datang ke stasiun maupun penumpang yang hendak bepergian menggunakan kereta api.

Keberadaan Stasiun Kroya juga mendukung layanan transportasi lanjutan. Penumpang dapat meneruskan perjalanan menuju berbagai wilayah di sekitar Kroya dan Kabupaten Cilacap.

“Hal ini menjadikan stasiun tidak hanya sebagai tempat naik dan turunnya penumpang, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kawasan,” tutur As’ad.

Dengan konektivitas perjalanan yang luas dan jumlah pelanggan yang terus meningkat, Stasiun Kroya kini memiliki posisi penting dalam jaringan transportasi selatan Jawa.

Stasiun tersebut bukan hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan penumpang. Aktivitasnya turut mendukung pergerakan masyarakat dan roda ekonomi di kawasan sekitar.

Share This Article