MERCUSUARNEWS.CO – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menguji kesiapan pengelola teknologi informasi di lingkungan perangkat daerah dalam menghadapi ancaman serangan siber melalui ajang Cyberdrill Test 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Jalabhumi Setda Cilacap pada Kamis (17/9/2026).
Sebanyak 30 peserta yang terbagi ke dalam 15 tim berpartisipasi dalam simulasi ini. Mereka diuji melalui berbagai skenario insiden siber nyata, mulai dari alur identifikasi, analisis, investigasi, pengambilan keputusan, mitigasi, hingga penyusunan laporan penanganan insiden.
Kepala Diskominfo Kabupaten Cilacap, Buddy Haryanto, menegaskan bahwa percepatan transformasi digital di instansi pemerintahan wajib diimbangi dengan penguatan sistem keamanan informasi yang andal.
”Keamanan siber adalah tanggung jawab kita bersama. Satu akun yang tidak terlindungi atau satu kelalaian kecil dapat menjadi pintu masuk bagi insiden yang berdampak lebih luas,” ujar Buddy.
Ia menambahkan, simulasi ini dirancang bukan sebatas kompetisi, melainkan instrumen untuk mengukur sekaligus mengasah respons cepat para pengelola TI saat menghadapi krisis siber.
”Melalui Cyberdrill Test ini, kita ingin membangun postur pertahanan siber yang siap mendeteksi, cepat merespons, tepat dalam penanganan, dan kuat dalam pemulihan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Cilacap, Irpan Setiawan, menjelaskan bahwa variasi ancaman siber yang mengintai situs dan sistem pemerintah saat ini makin kompleks. Potensi serangan meliputi peretasan, injeksi konten ilegal, Denial of Service (DoS), penyebaran malware, hingga eksploitasi celah keamanan.
”Kompetensi pengelola teknologi informasi perlu terus dilatih dan diuji agar mampu mengambil langkah penanganan yang presisi ketika terjadi insiden,” jelas Irpan.
Dalam ajang ini, proses penilaian dilakukan secara ketat berdasarkan indikator ketepatan, kecepatan, ketajaman analisis, penerapan prosedur, kerja sama tim, serta kelengkapan dokumentasi.
Tim dewan juri melibatkan akademisi Politeknik Negeri Cilacap, Abdul Rohman Supriyono, bersama perwakilan Diskominfo Cilacap, Nur Dwi Muryanto dan Arif Risqiantoro.
Berdasarkan hasil penilaian akhir, tim Garda Cyber (Tim 5) berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi juara kedua diraih oleh Packet Watchers (Tim 14), disusul oleh Byte Protectors (Tim 15) di peringkat ketiga.
