Sabet Juara 3 LKIP IPB 2026, Siswa SMA Negeri 2 Cilacap Inovasikan Patch Herbal Antipiretik

Akmil Musyafa
2 Min Read
SMA Negeri 2 Cilacap meraih Juara 3 pada Lomba Karya Ilmiah Populer (LKIP) Biokimia dalam ajang Pesta Sains Nasional (PSN) 2026 yang digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor. (Foto: Dok SMA Negeri 2 Cilacap)

​MERCUSUARNEWS.CO – SMA Negeri 2 Cilacap kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) sekolah tersebut meraih Juara 3 pada Lomba Karya Ilmiah Populer (LKIP) Biokimia dalam ajang Pesta Sains Nasional (PSN) 2026 yang digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB).

​Tim yang beranggotakan Arya Sentika, Charissa Putri Sivia, dan Alya Meisya Nazwa meneliti tentang “Pemanfaatan Senyawa Bioaktif Zingiber officinale Rosc. dalam Sediaan Patch Herbal sebagai Inovasi Antipiretik”. Dari penelitian tersebut, mereka berhasil mengembangkan produk berupa patch pereda demam berbasis ekstrak jahe.

​Kompetisi LKIP Biokimia merupakan bagian dari PSN 2026 bertema ELEMENTAL (Exploration of Learning, Energy, Mind, and Talent). Rangkaian perlombaan dimulai dari pendaftaran pada 1–15 Juli 2026, pelaksanaan webinar pada 15 Agustus 2026, hingga babak presentasi finalis pada 12 September 2026 sebelum akhirnya diumumkan para pemenang pada 13 September 2026.

​Plt. Kepala SMA Negeri 2 Cilacap, Joko Budi Santosa, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian para siswa tersebut.

​“Alhamdulillah, luar biasa. Selamat untuk tim KIR SMA Negeri 2 Cilacap. Ini merupakan sumbangsih inovasi siswa-siswi SMA Negeri 2 Cilacap untuk dunia kesehatan Indonesia,” ujar Joko.

​Deretan Prestasi Tingkat Nasional

​Pencapaian di IPB ini menambah daftar prestasi yang diraih SMA Negeri 2 Cilacap. Sebelumnya, pada 20–21 Agustus 2026, tim lain yang terdiri dari Indah Maharani Winarno dan Farida Chelsea Agustiani sukses mengamankan predikat Juara Harapan 2 pada Lomba SIGMA 3.0 (Sustainability Innovation For Green Management and Advancement) yang diselenggarakan Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Diponegoro (UNDIP).

​Dalam ajang tersebut, mereka mengusung judul inovasi “RISIKA: Model Pembelajaran Riset Berjenjang Berbasis Observasi Terstruktur untuk Membangun Fondasi Research Readiness Sejak Jenjang Sekolah Dasar.”

​Model pembelajaran RISIKA memadukan empat tahapan riset—observasi, pengumpulan data, analisis, serta penyusunan laporan ilmiah—dengan media interaktif Lift the Flap guna melatih kesiapan riset siswa sejak tingkat dasar.

Share This Article