Investor Dubai Bidik Jepara untuk Bangun Mini Refinery, Investasi Capai Rp5 Triliun

Adam Malik
3 Min Read
Gubernur Jateng saat bertemu dengan investor Dubai untuk membangun mini refinery di Jepara, Jawa Tengah. Kapasitas awal 10 ribu barel per hari dan ditargetkan naik menjadi 30 ribu barel per hari. (dok. Pemprov Jateng)

MERCUSUARNEWS.CO – Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menyiapkan investasi sekitar Rp5 triliun untuk membangun mini refinery atau kilang minyak skala kecil di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas awal 10 ribu barel per hari dan secara bertahap ditingkatkan hingga 30 ribu barel per hari. Pembangunan ditargetkan mulai direalisasikan sebelum akhir 2026.

Rencana investasi itu disampaikan calon investor Dubai saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Jakarta, Selasa malam, 15 September 2026.

Investasi Mini Refinery Jepara Capai Rp5 Triliun

Ahmad Luthfi mengatakan, investor Dubai menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal di Jawa Tengah, salah satunya melalui pembangunan fasilitas pengolahan minyak di Jepara.

“Mr Hamid dan kawan-kawan dari Dubai ini tertarik investasi di Jawa Tengah. Nantinya akan segera dibangun mini refinery di wilayah Jepara,” kata Luthfi.

Menurut dia, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menambah investasi, tetapi juga mendukung penguatan ekosistem energi dan aktivitas ekonomi di Jawa Tengah.

Luthfi menyebut minat investor asing tersebut menjadi indikasi bahwa Jawa Tengah masih memiliki daya tarik investasi di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

Kapasitas Kilang Ditargetkan Naik hingga 30 Ribu Barel per Hari

Perwakilan investor Dubai, Talal Ourfali, mengatakan rencana pembangunan mini refinery didorong oleh peluang pengembangan fasilitas pengolahan minyak di Indonesia.

Pada tahap awal, fasilitas di Jepara dirancang memiliki kapasitas 10 ribu barel per hari. Kapasitas itu kemudian ditargetkan meningkat menjadi 30 ribu barel per hari.

“Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus,” ujar Talal.

Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai USD200 juta atau sekitar Rp5 triliun.

Meski demikian, realisasi proyek masih harus melalui sejumlah tahapan, termasuk kesiapan lokasi, perizinan, kerja sama, serta kajian teknis pembangunan.

Investasi UEA di Jawa Tengah Capai Sekitar Rp13 Triliun

Masuknya rencana investasi baru dari Dubai menambah daftar investasi asal Uni Emirat Arab di Jawa Tengah.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, nilai investasi dari UEA dalam lima tahun terakhir tercatat sekitar Rp13 triliun.

Bagi Jepara, pembangunan mini refinery berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru. Selain kebutuhan tenaga kerja, proyek tersebut dapat mendorong permintaan terhadap barang dan jasa lokal selama pembangunan maupun saat fasilitas mulai beroperasi.

Jawa Tengah Perluas Kerja Sama Internasional

Dalam rangkaian agenda di Jakarta, Ahmad Luthfi juga bertemu Konsul Kehormatan RI di Gdańsk, Polandia, Mirosław Wawrowski.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang diplomasi budaya dan pariwisata, termasuk rencana pengembangan Little Indonesia di Dolina Charlotty, Polandia.

Kawasan tersebut telah memiliki kompleks budaya Bali. Selanjutnya, direncanakan pembangunan kompleks budaya Jawa sebagai bagian dari promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Polandia.

Dua agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring Jawa Tengah di tingkat internasional, baik melalui investasi sektor energi maupun kerja sama budaya dan pariwisata.

Share This Article