MERCUSUARNEWS.CO – Memasuki musim penghujan, ancaman tanah longsor di wilayah perbukitan Banjarnegara kembali menjadi perhatian. Kesiapsiagaan warga diperkuat melalui sosialisasi hingga simulasi evakuasi bencana di Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar.
Sekitar 250 warga mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor yang digelar Polres Banjarnegara bersama BPBD dan berbagai unsur terkait di Lapangan Desa Ambal, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi latihan bagi masyarakat agar mampu merespons secara cepat ketika bencana terjadi.
Warga Diminta Kenali Tanda-Tanda Longsor
Kapolres Banjarnegara AKBP Dr. Aruma Chandra Dewi mengatakan kondisi geografis Banjarnegara yang didominasi wilayah perbukitan membuat kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama ketika curah hujan mulai meningkat.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Dukuh Klesem, Desa Ambal. Kawasan tersebut memiliki kontur perbukitan dengan kondisi tanah yang dinilai labil.
“Kita akan memasuki musim penghujan, sehingga potensi terjadinya bencana tanah longsor perlu kita waspadai bersama,” kata Aruma.
Ia meminta masyarakat tidak menjadikan sosialisasi dan simulasi sebagai kegiatan formalitas. Pengetahuan tentang kebencanaan harus menjadi bagian dari kebiasaan warga.
Ada empat hal yang ditekankan, yakni mengenali tanda awal bencana, melakukan pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan dan evakuasi, serta memperkuat sinergi antarelemen masyarakat.
Kentongan Disiapkan sebagai Peringatan Dini
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres secara simbolis menyerahkan kentongan kepada Linmas.
Peralatan sederhana itu diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem peringatan dini masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.
Menurut Aruma, penanganan bencana tidak dapat dibebankan kepada satu institusi. Pemerintah, aparat, relawan dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mengurangi risiko serta dampak bencana.
Ia juga mengajak warga menjaga kepedulian dan semangat gotong royong sebagai modal penting dalam menghadapi kondisi darurat.
Dusun Klesem Pernah Dilanda Pergerakan Tanah
Kepala Desa Ambal Supriyanto menjelaskan, Dusun Klesem dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi kerawanan pergerakan tanah.
Menurutnya, kejadian serupa pernah terjadi pada 2014. Kemudian pada 2023, ditemukan retakan tanah di bagian atas bukit Dusun Klesem dengan panjang sekitar 75 meter dan kedalaman hingga 40 sentimeter.
Retakan tersebut kemudian ditangani melalui gotong royong masyarakat bersama dukungan sejumlah instansi terkait.
“Pemerintah Desa Ambal juga terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana,” ujar Supriyanto.
BPBD Simulasikan Evakuasi Saat Longsor
Tim BPBD Banjarnegara turut memberikan edukasi mengenai penanganan bencana dalam tiga tahapan, yakni pra-bencana, saat bencana dan pascabencana.
Materi kemudian dipraktikkan melalui simulasi tanah longsor yang melibatkan warga serta berbagai unsur terkait.
Simulasi memperagakan pentingnya menerima informasi peringatan dini, mengambil keputusan evakuasi, menentukan jalur penyelamatan hingga melakukan koordinasi dalam kondisi darurat.
Kegiatan tersebut diikuti unsur TNI-Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, Linmas, relawan, Damkar, Perhutani, Puskesmas, pelajar serta elemen masyarakat lainnya.
Melalui latihan tersebut, warga diharapkan tidak panik ketika menghadapi bencana dan mampu mengambil langkah penyelamatan secara cepat dan tepat.
Polres Banjarnegara bersama BPBD dan seluruh unsur terkait berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, khususnya tanah longsor yang mengancam kawasan perbukitan saat musim penghujan.
