Pramuka Banjarnegara Didorong Hadapi Tantangan AI, Hoaks hingga Judi Online

Soleh Ismail
3 Min Read
Peringati Hari Pramuka ke 65, Pramuka Banjarnegara Didorong Hadapi Tantangan AI, Hoaks hingga Judi Online. (dok. Kominfo)

MERCUSUARNEWS.CO – Gerakan Pramuka Banjarnegara didorong tidak hanya menjadi wadah pendidikan karakter, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk berkreasi, berinovasi dan mandiri menghadapi perubahan zaman.

Tantangan yang dihadapi semakin kompleks, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, narkoba, hoaks hingga judi online. Karena itu, anggota Pramuka dinilai perlu memiliki keterampilan sekaligus karakter kuat agar mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai kepramukaan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjarnegara sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Banjarnegara, Wakhid Jumali, saat menjadi pembina Upacara Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarcab Banjarnegara di Lapangan Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Senin (14/9/2026).

Tri Satya dan Dasa Darma Jadi Benteng Generasi Muda

Ratusan anggota Pramuka dari berbagai wilayah Banjarnegara mengikuti upacara tersebut. Sebelum upacara dimulai, 20 Kwartir Ranting se-Kabupaten Banjarnegara menampilkan defile yang dilanjutkan dengan parade kontingen pembawa berbagai piala prestasi Pramuka.

Dalam amanatnya, Wakhid menegaskan peringatan Hari Pramuka tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui karya, keteladanan dan pengabdian.

Menurutnya, Tri Satya dan Dasa Darma tetap relevan sebagai pedoman anggota Pramuka dalam menghadapi derasnya perubahan teknologi dan lingkungan sosial.

“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma tetap menjadi benteng dan pedoman utama bagi anggota Pramuka agar tetap tangguh menghadapi gempuran perubahan zaman,” kata Wakhid.

Ia mendorong anggota Pramuka memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi, namun tetap menjunjung karakter, kedisiplinan dan tanggung jawab sosial.

Pramuka Didorong Tak Sekadar Bisa, tetapi Mampu Mencipta

Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Menurut Wakhid, tema tersebut sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita kedua Pemerintah RI yang mencakup swasembada pangan, energi dan air.

Swasembada pangan, kata dia, tidak cukup dipahami sebatas kegiatan pertanian. Generasi muda juga perlu dibekali keterampilan, penguasaan teknologi, kewirausahaan serta kemampuan mengelola sumber daya.

“Swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenali dan menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya,” ujarnya.

Learning by Doing Dikembangkan Jadi Learning, Creating and Solving

Sejalan dengan perkembangan zaman, pendidikan kepramukaan juga perlu beradaptasi. Pendekatan learning by doing didorong berkembang menjadi learning, creating and solving.

Artinya, anggota Pramuka tidak hanya belajar dari pengalaman, tetapi juga dituntut mampu menciptakan gagasan dan menemukan solusi terhadap persoalan di lingkungan sekitar.

Keterampilan, wawasan, kedisiplinan dan keberanian menerapkan ide di sekolah, keluarga, gugus depan maupun masyarakat dinilai menjadi bekal penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan mandiri.

Wakhid juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Pembimbing Cabang, Kwartir Ranting, pembina, pelatih, andalan serta seluruh pihak yang selama ini mendukung perkembangan Gerakan Pramuka di Banjarnegara.

“Selamat Hari Pramuka ke-65. Mari mantapkan langkah untuk mewujudkan generasi emas serta Kabupaten Banjarnegara yang maju dan sejahtera,” katanya.

Share This Article