Di Forum Australia-Indonesia, Wamenkeu Ungkap Strategi APBN dan Hilirisasi Dorong Transformasi Ekonomi

Hanna Surya P
2 Menit Baca
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung.(Foto: kemenkeu.go.id)

​​MERCUSUARNEWS.CO — Kredibilitas fiskal ditegaskan sebagai kunci utama untuk membangun kepercayaan investor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, dalam acara Australia-Indonesia High Level Policy Dialogue 2026, Senin (12/10/2026).

​“Kredibilitas fiskal merupakan modal terpenting yang dibutuhkan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi. Kredibilitas membangun kepercayaan investor, mengurangi ketidakpastian, dan mendukung investasi produktif yang diperlukan untuk transformasi struktural,” ujar Wamenkeu Juda Agung.

​Wamenkeu menjelaskan bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kredibel harus diimbangi dengan fleksibilitas. Dengan begitu, APBN dapat merespons dinamika perubahan kondisi ekonomi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudence) dan keberlanjutan.

​3 Fungsi Utama APBN Bagi Masyarakat

​Dalam forum internasional bertema “Structural Transformation through Productivity and Industrial Upgrading” tersebut, Wamenkeu menyampaikan bahwa APBN harus berfungsi optimal dalam tiga area penting:

​Menumbuhkan Perekonomian: Melalui strategi belanja produktif yang merangsang aktivitas ekonomi dan investasi strategis.

​Melindungi Masyarakat: Lewat penguatan program perlindungan sosial untuk menjaga daya beli serta kesejahteraan masyarakat.

​Mentransformasi Perekonomian: Mengarahkan struktur ekonomi menuju industri berbasis nilai tambah tinggi.

​Untuk mendukung fungsi tersebut secara berkelanjutan, pemerintah terus memperkuat penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja (quality of spending), dan menjaga pembiayaan secara prudent.

​Hilirisasi dan Industrialisasi Jadi Kunci Nilai Tambah

​Menanggapi tingkat kompleksitas ekonomi Indonesia yang relatif masih rendah, Wamenkeu menyoroti pentingnya konsistensi dalam menjalankan hilirisasi dan industrialisasi sebagai inti strategi pembangunan nasional.

​“Kita perlu membangun kekuatan yang sudah kita miliki, terutama sumber daya alam, serta secara bertahap beralih ke kegiatan produksi yang lebih canggih dan bernilai tambah lebih tinggi,” tegasnya.

BACA JUGA  Sabet Juara 3 LKIP IPB 2026, Siswa SMA Negeri 2 Cilacap Inovasikan Patch Herbal Antipiretik

​Melalui forum dialog yang mempertemukan pemerintah dan akademisi dari Indonesia serta Australia ini, diharapkan pertukaran pengalaman dan riset dapat melahirkan masukan konkret untuk memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal, iklim investasi, dan pengembangan industri nasional.

Bagikan Artikel Ini