Dampak Horor Judi Slot: Suami Ngamuk Kena Balita, DPR Desak Pemprov Jabar Mitigasi Bencana Judol

Irlangga
3 Menit Baca
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah.(Foto: dpr.go.id)

​MERCUSUARNEWS.CO — Pengaruh judi online (judol) kembali memakan korban dan merusak ketahanan keluarga di Jawa Barat. Seorang ibu dan balitanya di Margaasih, Kabupaten Bandung, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tragis setelah sang suami ngamuk akibat kalah bermain judi slot.

​Peristiwa ini mendadak viral di media sosial setelah akun Instagram @mompahh_ mengunggah detik-detik mencekam saat suaminya mengamuk hingga memecahkan cermin lemari. Serpihan kaca tajam tersebut mengenai tubuh sang anak yang masih balita.

​Namun, alih-alih mendapat perlindungan dari lingkungan sekitar, sang ibu justru mendapat intimidasi dan tekanan psikologis dari warga setempat agar menghapus video bukti kekerasan tersebut. Salah satu bentuk tekanan yang diterimanya berbunyi, “Hapus aja videonya, takutnya kamu diusir dari kontrakan ini.”

​Menanggapi fenomena memprihatinkan ini, Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, memberikan apresiasi atas gerak cepat Polsek Margaasih dalam menangkap pelaku. Namun, ia menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti hanya pada penangkapan pelaku, melainkan harus menjamin pemulihan trauma mendalam yang dialami ibu dan balitanya.

​”Fokusnya bukan hanya menangani pelaku KDRT karena persoalan judi slot, tetapi juga melindungi ibu dan anak agar bisa pulih dari trauma dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman,” ujar legislator yang akrab disapa Abduh tersebut, Rabu (14/10/2026).

​Desak Pendampingan Khusus dan Kolaborasi UPTD PPA

​Abduh mendesak Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Polres Bandung maupun Polda Jawa Barat untuk turun tangan secara intensif. Menurutnya, korban tidak boleh dibiarkan menghadapi tekanan trauma dan intimidasi lingkungan seorang diri.

BACA JUGA  Kabar Gembira Jemaah Haji: Instruksi Prabowo Berhasil Pangkas Antrean dari 49 Jadi 14 Tahun

​Politisi Fraksi PKB ini mendorong agar pihak kepolisian segera berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jawa Barat untuk memberikan pendampingan psikologis berkelanjutan.

​Jabar Darurat Judi Online: Sentil Gubernur Dedi Mulyadi

​Tak hanya menyoroti kasus KDRT tersebut, anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ini juga menyentil maraknya aktivitas judi online di wilayah Jawa Barat.

Mengutip data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Jawa Barat konsisten berada di lima besar provinsi dengan nilai transaksi judi online tertinggi di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

​Abduh meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil langkah konkret dan tidak menganggap sepele bahaya judol yang kini sudah merusak fondasi keluarga.

​”Saya berharap ada solusi nyata dari pimpinan daerah Jawa Barat bersama pemangku kepentingan terkait untuk menyelesaikan persoalan judi online ini. Jangan sampai warga Jawa Barat menghadapi masalah judol ini sendirian. Lakukan mitigasi secara menyeluruh,” katanya.

Bagikan Artikel Ini