Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Cilacap dan Kemensos Buka Sekolah Rakyat Terintegrasi

Soleh Ismail
3 Min Read
Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, saat menghadiri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Senin (31/8/2026).(Foto Diskominfo Cilacap)

​MERCUSUARNEWS.CO — Pemerintah Kabupaten Cilacap menegaskan komitmen penuh dalam mendukung keberlanjutan program Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu Kabupaten Cilacap. Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus upaya strategis memutus rantai kemiskinan antar-generasi.

​Komitmen tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, saat menghadiri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Senin (31/8/2026).

​Dalam sambutannya, Ammy menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial RI, DPR RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan sekolah ini.

​“Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Ammy.

​Ia berharap keberadaan sekolah ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal. Ammy juga berpesan agar para siswa memanfaatkan fasilitas ini secara optimal.

​“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, ikuti seluruh proses pendidikan dengan disiplin, dan patuhi tata tertib yang berlaku. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan bakat, potensi, dan prestasi. Bangun karakter yang baik, jadilah anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki cita-cita,” imbau Ammy.

​Pembukaan MPLS diresmikan oleh Kepala Sentra Terpadu Kartini, dr. Nova Dwiyanto Suli, yang hadir mewakili Menteri Sosial RI. Nova menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional bertagline “Cerdas Bersama Tumbuh Setara”.

​“Ini bukan sekadar memberikan akses pendidikan formal, tetapi mengintegrasikan pengasuhan, layanan sosial, dan pembentukan karakter bermental baja sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” terang Nova.

​Nova menambahkan, Sekolah Rakyat Cilacap dilengkapi keunggulan berupa asesmen bakat dan minat gratis untuk memetakan potensi tiap siswa secara spesifik. Dengan begitu, metode pendampingan dapat disesuaikan tanpa memaksakan kehendak yang tidak sesuai potensi anak.

​Terkait sarana prasarana, seluruh pengerjaan fisik asrama dan ruang kelas oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Wika telah rampung 100 persen dan siap digunakan secara aman dan nyaman.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu Kabupaten Cilacap, Heni Yulianingsih, melaporkan sebanyak 246 siswa resmi memulai tahun ajaran baru kali ini. Jumlah tersebut terbagi atas 19 siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 107 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 120 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

​Operasional harian sekolah didukung oleh 92 personel SDM profesional, yang terdiri dari 19 guru, 25 wali asuh, 9 wali asrama, serta tenaga penunjang lainnya.

​“Sekolah ini lahir dari niat tulus dan keberpihakan untuk merangkul masyarakat kurang beruntung. Seluruh fasilitas fisik pembelajaran, pengasuhan, dan sarana penunjang sudah dapat dimanfaatkan secara optimal,” tutur Heni.

​Rangkaian acara pembukaan diakhiri dengan penyerahan simbolis perlengkapan sekolah kepada perwakilan siswa oleh Plt Bupati Cilacap bersama Kepala Sentra Terpadu Kartini Kemensos.

Share This Article