Lepas Ekspor Perdana Baterai EV di IWIP, Prabowo Tegaskan Hilirisasi Bukan Sekadar Wacana

Irlangga
2 Menit Baca
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle) di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park.(Foto: BPMI Setpres)

MERCUSUARNEWS.CO – Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberlanjutan strategi hilirisasi industri nasional saat menghadiri pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle) di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

​Pencapaian ini dinilai sebagai bukti konkret bahwa kebijakan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri terbukti tepat dan berdampak nyata bagi penguatan ekonomi nasional.

​”Hari ini ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo.

​Selain menyoroti lompatan teknologi dan ekonomi, Kepala Negara memberikan apresiasi khusus kepada manajemen perusahaan di kawasan IWIP atas penerapan tata kelola industri yang bertanggung jawab, terutama dalam membina dan memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan operasional.

​Menurut Presiden, kemajuan industri yang inklusif harus mampu membawa dampak positif langsung bagi kesejahteraan warga lokal. Model pembinaan masyarakat yang telah berjalan di IWIP diharapkan dapat menjadi tolok ukur bagi kawasan industri lainnya di Indonesia.

​Kendati demikian, Presiden Prabowo memberi penekanan tegas mengenai pentingnya keberlanjutan lingkungan. Laju industrialisasi tidak boleh mengorbankan daya dukung ekosistem dan keselamatan kerja.

​”Kita akan mempertahankan kualitas air dan udara kita. Perhatikan pengelolaan limbah dengan baik. Masa depan kita, kita hadapi dengan baik, dengan penuh rasa tanggung jawab untuk anak dan cucu kita,” tegasnya.

​Menutup sambutannya, Presiden menekankan bahwa capaian hilirisasi hari ini merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan kontribusi pemerintahan-pemerintahan terdahulu. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak berpuas diri, mengingat tantangan pembangunan nasional akan semakin kompleks ke depan.

​”Makin dekat kepada cita-cita, makin berat tantangan. Tapi kita biasa menghadapi tantangan, kita berani menghadapi tantangan,” pungkasnya.

BACA JUGA  Ungkap Anggota Satgas PKH dan Keluarga Diteror, Prabowo: Percayalah, Kebenaran Akan Menang!
Bagikan Artikel Ini