Inovasi Biodrying RDF Antar Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026 di Filipina

Redaksi
4 Menit Baca
Inovasi Biodrying RDF Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026 di Filipina. (SBI).

MERCUSUARNEWS.CO – Inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif dari Cilacap mendapat pengakuan di tingkat Asia Tenggara. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui unit bisnis pengelolaan limbah Nathabumi meraih ASEAN Energy Awards 2026 di Manila, Filipina.

Solusi Bangun Indonesia memenangkan kategori Emerging Low Carbon Technologies melalui inovasi Biodrying-based Refuse-Derived Fuel (RDF) for Cement Co-Processing in Cilacap Plant.

Penghargaan tersebut diberikan dalam malam penganugerahan ASEAN Energy Awards di Manila, Rabu (7/10/2026). Vice Minister of Ministry of Industry and Trade Viet Nam H.E. Nguyen Viet Son menyerahkan penghargaan kepada Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia Edi Sarwono.

ASEAN Energy Awards merupakan penghargaan regional yang memberikan apresiasi terhadap proyek, organisasi, dan individu yang berkontribusi dalam pengembangan energi bersih serta mendukung transisi energi di kawasan ASEAN.

Penganugerahan tahun ini berlangsung dalam rangkaian 44th ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) dan 26th ASEAN Energy Business Forum. Sejumlah pejabat bidang energi dari negara-negara ASEAN, pelaku industri, investor, akademisi, dan pemangku kepentingan sektor energi menghadiri agenda tersebut.

RDF Cilacap Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Edi Sarwono mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kerja sama berbagai pihak dalam mengembangkan fasilitas RDF di Cilacap. Fasilitas itu mengolah sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif untuk mendukung proses produksi semen.

“Pengakuan di tingkat ASEAN ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari solusi dekarbonisasi industri sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Edi.

Fasilitas RDF Cilacap memanfaatkan teknologi bio-drying dalam proses pengolahan sampah. Sampah perkotaan yang masuk ke fasilitas tersebut diproses hingga menghasilkan RDF yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam produksi semen.

BACA JUGA  Lebih dari Sekadar Pantai, Ini 4 Spot Estetik di Desa Wisata Bunton Cilacap yang Wajib Dijejahi

Solusi Bangun Indonesia mencatat fasilitas tersebut mengolah lebih dari 203 ribu ton sampah sepanjang 2020-2025. Dari jumlah itu, sekitar 93 ribu ton RDF berhasil diproduksi.

Pemanfaatan RDF tersebut menggantikan sekitar 103 ribu ton batu bara dalam proses produksi semen. Penggunaan bahan bakar alternatif itu juga berkontribusi terhadap pengurangan lebih dari 24 ribu ton emisi CO2 dari penggunaan bahan bakar fosil.

Menurut Edi, pengembangan RDF tidak hanya menawarkan solusi untuk persoalan sampah. Program tersebut juga mendorong penerapan ekonomi sirkular sekaligus mengurangi ketergantungan industri terhadap bahan bakar fosil.

Solusi Bangun Indonesia Siapkan Replikasi RDF

Setelah mendapat pengakuan di tingkat ASEAN, Solusi Bangun Indonesia berencana memperluas penerapan model pengelolaan RDF ke wilayah lain.

Edi mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan model bisnis RDF agar pemanfaatan teknologi tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas.

“Ke depan, kami akan terus mendorong replikasi bisnis model pengelolaan RDF serta memperluas pemanfaatan RDF ke wilayah lain. Kami berharap pendekatan ini dapat memberikan dampak yang semakin luas bagi pengelolaan sampah dan transformasi industri yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk merupakan perusahaan terbuka yang 83,52 persen sahamnya dimiliki dan dikelola PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG.

Perusahaan menjalankan bisnis terintegrasi yang mencakup produksi semen dengan merek DYNAMIX, Semen Kujang, dan Semen Andalas, beton siap pakai, agregat, serta layanan pengelolaan limbah ramah lingkungan.

Solusi Bangun Indonesia mengoperasikan empat pabrik semen terintegrasi di Narogong, Jawa Barat; Cilacap, Jawa Tengah; Tuban, Jawa Timur; dan Lhoknga, Aceh melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Andalas.

Total kapasitas produksi semen perusahaan mencapai 14,86 juta ton per tahun dengan sekitar 1.750 pekerja.

BACA JUGA  Polri Boyong Delegasi ke Jepang Pelajari Sistem Community Policing
Bagikan Artikel Ini