Dari Goa Lawa hingga Ondol-ondol, Bunda Hani Tuangkan Kearifan Lokal Purbalingga ke Buku Anak

Malik Ibrahim
5 Menit Baca
Dari Goa Lawa hingga Ondol-ondol, Bunda Hani Tuangkan Kearifan Lokal Purbalingga ke Buku Anak. (dok. Humas Purbalingga)

MERCUSUARNEWS.CO – Upaya menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini dilakukan Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif atau Bunda Hani, dengan cara yang dekat dengan dunia anak.

Ia meluncurkan tiga buku cerita anak sekaligus mendonasikan 240 buku kepada pendidik PAUD dalam pembukaan Festival Literasi Kabupaten Purbalingga 2026 di halaman Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarpus) Purbalingga, Kamis (8/10/2026).

Ketiga buku tersebut mengangkat cerita sederhana dengan latar dan kearifan lokal Purbalingga. Harapannya, anak-anak tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga semakin mengenal lingkungan dan budaya yang ada di sekitar mereka.

Buku yang diluncurkan yakni “Fatih Punya Banyak Teman”, “Khalisha dan Pohon Kecil”, serta “Kayla Berani Bermimpi”.

Sebanyak 240 eksemplar buku kemudian diserahkan kepada dua organisasi pendidik PAUD. IGTKI Kabupaten Purbalingga menerima 120 buku, sedangkan 120 buku lainnya diberikan kepada Himpaudi Kabupaten Purbalingga.

Cerita Anak Diangkat dari Kearifan Lokal Purbalingga

Bunda Hani mengatakan, ketiga buku tersebut sengaja dibuat dengan memasukkan unsur lokal Purbalingga agar cerita terasa lebih dekat dengan kehidupan anak.

Lokasi dan unsur budaya yang diangkat antara lain Alun-alun Purbalingga, Goa Lawa, serta makanan khas ondol-ondol.

“Ketiga cerita buku ini saya ambil dari cerita khas lokal Purbalingga yang saya tulis sendiri, dibantu ilustrator dari orang Purbalingga langsung. Cerita ini tidak sekadar buku cerita biasa, tetapi lokasinya saya angkat di Alun-alun Purbalingga, Goa Lawa, dan makanan khas ondol-ondol, jadi anak-anak bisa langsung berimajinasi,” kata Bunda Hani.

BACA JUGA  Politeknik Madyathika Purbalingga Wisuda Perdana 14 Mahasiswa

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat buku anak tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan. Cerita juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan lingkungan sekitar sekaligus merangsang imajinasi anak.

SACIBU, Gerakan Satu Anak Satu Cerita Satu Buku

Bunda Hani juga memperkenalkan gerakan SACIBU atau Satu Anak, Satu Cerita, Satu Buku.

Gerakan ini mendorong keluarga menjadikan aktivitas membaca dan bercerita sebagai kebiasaan bersama. Menurutnya, buku dapat menjadi jembatan untuk membangun komunikasi sekaligus kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

“Ini bukan sekadar buku, tapi membuka jendela kecil untuk anak-anak kita menuju dunia imajinasi agar gemar membaca,” ungkapnya.

Ia berharap kebiasaan membaca dapat tumbuh dari lingkungan yang ramah buku dan ramah anak.

Karena itu, satuan PAUD didorong menyediakan pojok baca yang mudah dijangkau anak. Masyarakat juga diajak menghadirkan ruang baca di berbagai tempat yang dekat dengan kehidupan anak dan keluarga.

Bupati Purbalingga Dorong Budaya Storytelling

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyambut positif peluncuran tiga buku tersebut.

Menurutnya, buku karya Bunda Hani dapat menjadi tambahan bahan bacaan bagi guru dan anak-anak sekaligus menghidupkan kembali budaya bercerita.

“Semoga buku-buku ini menjadi tambahan referensi bagi para guru PAUD dan anak-anak kita untuk menghidupkan kembali budaya storytelling, sekaligus mengenalkan kearifan dan lingkungan lokal Purbalingga kepada anak-anak kita,” kata Fahmi.

Ia menilai pengenalan budaya membaca tidak cukup hanya dilakukan dengan memperbanyak koleksi buku.

Keteladanan orang dewasa di lingkungan keluarga juga menjadi faktor penting. Anak cenderung lebih mudah tertarik membaca ketika melihat orang tua atau orang dewasa di sekitarnya memiliki kebiasaan yang sama.

“Sebanyak apa pun buku yang kita miliki, sebesar apa pun kita mendorong dan memotivasi anak untuk membaca, jika kita tidak menunjukkan ketertarikan untuk membaca, maka anak-anak kita dan anak-anak di sekitar kita tidak akan mungkin tertarik untuk membaca,” tegasnya.

BACA JUGA  GEKRAFS Purbalingga Tancap Gas, Wabup Dimas Bidik UMKM Lokal Tembus Pasar Global

20 Satuan PAUD Terima Hibah Rp200 Juta

Selain peluncuran buku, rangkaian kegiatan tersebut juga diisi penyerahan secara simbolis bantuan hibah sebesar Rp200 juta untuk 20 satuan PAUD di Kabupaten Purbalingga.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Dukungan terhadap satuan PAUD juga menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan anak-anak Purbalingga memperoleh pendidikan yang menyenangkan sejak usia dini.

Melalui buku cerita berbasis kearifan lokal, gerakan SACIBU, penguatan pojok baca, hingga dukungan bagi satuan PAUD, gerakan literasi di Purbalingga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membaca.

Lebih dari itu, budaya membaca diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan di keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Bagikan Artikel Ini